Tottenham Lepas Bek Muda ke Polandia, Kantongi Kompensasi Signifikan
Baca dalam 60 detik
- Tottenham melepas Alfie Dorrington ke Pogoń Szczecin dengan paket finansial besar dan klausul penjualan kembali.
- Kepindahan ini bagian dari perombakan akademi Spurs yang telah meraup hingga £34 juta dari penjualan pemain muda musim panas ini.
- Klausul penjualan kembali menjadi sorotan setelah beredar kabar yang dibantah keras oleh pemilik klub Polandia.

Tottenham Hotspur resmi melepas bek tengah akademi mereka, Alfie Dorrington, ke klub Ekstraklasa Polandia, Pogoń Szczecin. Pemain berusia 21 tahun itu telah menyetujui persyaratan pribadi, dan kesepakatan antar klub sudah mencapai kata sepakat. Klub London Utara itu dipastikan menerima paket finansial yang disebut signifikan, plus klausul penjualan kembali di masa depan.
Kepindahan Dorrington menjadi bagian dari perombakan besar-besaran akademi Spurs di bawah arahan pelatih Roberto De Zerbi musim panas ini. Sebelumnya, Will Lankshear telah pindah ke Middlesbrough dengan nilai awal £10 juta plus potensi tambahan £10 juta, sementara Alfie Devine bergabung secara permanen dengan Preston North End. Ditambah kepergian Tynan Thompson, total pemasukan Spurs dari penjualan talenta muda mencapai £34 juta. Selain itu, mereka juga memiliki klausul penjualan kembali dan hak penolakan pertama atas Lankshear, serta keuntungan besar dari penjualan Luka Vuskovic.
Detail finansial transfer Dorrington sempat menjadi perdebatan di Polandia. Editor Meczyki.pl, Tomasz Włodarczyk, mengklaim bahwa kesepakatan itu tidak melibatkan biaya transfer. Namun, pemilik Pogoń, Alex Haditaghi, dengan tegas membantah pernyataan tersebut. Melalui media sosial, ia menyatakan bahwa kabar itu sepenuhnya palsu. "Saya pasti menandatangani kontrak yang salah, karena dokumen di depan saya jelas mencantumkan biaya transfer dan paket finansial yang signifikan, serta klausul penjualan kembali yang besar," ujarnya, seperti dikutip Sport Witness. Haditaghi menambahkan bahwa Włodarczyk seharusnya menghubunginya sebelum membuat klaim yang tidak berdasar.
Dorrington, yang bergabung dengan akademi Tottenham pada usia 13 tahun, telah mewakili Inggris di berbagai kelompok usia hingga level U19. Setelah debut seniornya, ia hanya mendapatkan menit bermain melalui masa peminjaman: setahun di Aberdeen (menjuarai Piala Skotlandia dan bermain di Liga Conference) dan kemudian di Salford City (League Two). Dengan tinggi 6 kaki 3 inci, ia dikenal sebagai bek tengah yang tenang, pandai membangun serangan, dan unggul dalam duel udara. Kepindahan ke Polandia diharapkan memberinya kesempatan bermain reguler yang sulit didapat di Tottenham.
Meskipun kepergian Dorrington, Devine, Lankshear, dan Thompson menunjukkan upaya De Zerbi dan ENIC untuk meraup keuntungan dari pemain muda yang kesulitan menembus tim utama, bukan berarti semua talenta akademi bernasib sama. Mason Melia, yang baru bergabung dari St Patrick's Athletic pada Februari 2025, diproyeksikan akan dibawa dalam tur pramusim ke Australia dan Selandia Baru setelah kepergian Lankshear. Sementara itu, Jamie Donley juga disebut-sebut akan mendapatkan kesempatan di tim utama setelah menunjukkan performa impresif dalam latihan. De Zerbi dikenal memiliki reputasi dalam memberikan jalur promosi dari akademi ke tim senior di klub-klub sebelumnya.
Dengan strategi ini, Tottenham tampaknya sedang membangun model bisnis yang mengandalkan pengembangan pemain muda untuk dijual dengan keuntungan, sembari tetap mempertahankan beberapa talenta terbaik untuk masa depan. Pertanyaannya, apakah langkah ini akan cukup untuk mendanai pembelian pemain bintang yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi?



