Debut Mimpi Buruk Angus Gunn: San Jose Earthquakes Dibantai Orlando City 4-0
Baca dalam 60 detik
- Kiper timnas Skotlandia Angus Gunn harus menelan pil pahit di laga perdananya bersama San Jose Earthquakes setelah timnya dihajar 4-0 oleh Orlando City di MLS.
- Gunn sebenarnya tidak sepenuhnya bersalah atas kebobolan tersebut, bahkan melakukan beberapa penyelamatan gemilang yang mencegah kekalahan lebih telak bagi tuan rumah.
- Meski kalah telak, San Jose Earthquakes masih bersaing di puncak klasemen Wilayah Barat, menunjukkan kedalaman skuad yang patut diwaspadai.

Kiper tim nasional Skotlandia, Angus Gunn, menjalani debut yang tak terlupakan bersama San Jose Earthquakes setelah timnya dihancurkan Orlando City dengan skor telak 4-0 dalam lanjutan Major League Soccer (MLS) akhir pekan lalu. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Gunn yang baru pertama kali merumput di kompetisi Amerika Serikat setelah jeda Piala Dunia.
Pertandingan yang berlangsung di markas San Jose, PayPal Park, itu menjadi mimpi buruk bagi kiper berusia 30 tahun tersebut. Empat gol bersarang di gawangnya tanpa mampu dibalas satu pun oleh lini depan Earthquakes. Namun, jika ditelisik lebih dalam, Gunn sebenarnya tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Ia bahkan melakukan beberapa penyelamatan krusial yang mencegah kekalahan lebih parah bagi tim asuhan Bruce Arena.
Gol pertama San Jose lahir hanya tujuh menit setelah kick-off. Bek tengah Orlando City, David Brekalo, yang tidak terkawal dengan baik, berhasil menyundul bola hasil tendangan bebas Eduard Atuesta. Keunggulan tim tamu berlipat ganda pada menit ke-29 melalui tembakan keras Ivan Angulo dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sudut jauh gawang Gunn.
Memasuki babak kedua, petaka kembali menimpa San Jose. Legenda sepak bola Prancis, Antoine Griezmann, yang baru saja bergabung dari Atletico Madrid, mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-48. Griezmann melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti setelah memanfaatkan kehilangan bola di lini tengah San Jose. Pukulan telak bagi Gunn yang kembali tak berdaya. Gol penutup dicetak oleh gelandang Paraguay, Braian Ojeda, pada menit ke-73 melalui sundulan yang lolos di antara tubuh Gunn dan tiang gawang, lagi-lagi dari skema sepak pojok Atuesta.
Di sisi lain, kiper Orlando City, Maxime Crepeau, tampil gemilang dengan melakukan beberapa penyelamatan penting. Ia bahkan menggagalkan peluang emas Timo Werner yang baru bergabung dari RB Leipzig, yang nyaris mencetak gol debutnya untuk San Jose. Performa apik Crepeau menjadi pembeda di laga ini.
Kekalahan ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi Gunn dan San Jose Earthquakes. Namun, patut dicatat bahwa meskipun menelan kekalahan telak, San Jose masih bersaing ketat di puncak klasemen Wilayah Barat. Mereka memiliki poin yang sama dengan Vancouver Whitecaps, namun kalah selisih gol. Vancouver sendiri juga kalah 4-3 dari Cincinnati, tetapi masih memiliki satu pertandingan tunda.
Di klasemen keseluruhan MLS, San Jose menempati peringkat keempat, di bawah Nashville SC yang memimpin, dan Inter Miami milik Lionel Messi yang berada di posisi kedua. Pekan depan, San Jose akan menjamu LA Galaxy yang saat ini duduk di peringkat sembilan Wilayah Timur. Laga tersebut akan menjadi ujian bagi Gunn untuk bangkit dari mimpi buruk debutnya.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kisah Gunn ini menjadi pengingat bahwa kompetisi MLS tidak bisa dianggap remeh. Dengan kehadiran pemain-pemain bintang seperti Griezmann dan Werner, MLS semakin kompetitif dan layak diikuti perkembangannya. Pertanyaan besarnya, akankah Gunn mampu beradaptasi dengan cepat dan membawa San Jose Earthquakes meraih kesuksesan di musim ini?



