Perdana Menteri Hun Manet Bertekad Bongkar Jaringan Penipuan Digital yang Makin Canggih
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Kamboja menutup lebih dari 670 lokasi penipuan siber, namun sindikat kini beroperasi dalam sel-sel kecil yang tersebar di kawasan.
- Hun Manet mengakui teknologi memungkinkan para pelaku bekerja secara terdesentralisasi, memperumit upaya penegakan hukum.
- Kerugian akibat penipuan di Asia Tenggara dan sekitarnya mencapai US$114 miliar pada tahun lalu, mendorong tekanan internasional terhadap Kamboja.

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet berjanji akan memperketat pemberantasan jaringan penipuan daring lintas negara, namun ia memperingatkan bahwa sindikat kriminal telah beradaptasi dengan memecah diri menjadi sel-sel kecil yang tersebar di berbagai wilayah. Dalam wawancara dengan Bloomberg Television, Kamis (23/7), ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kamboja sebagai tempat yang tidak mudah atau tidak menguntungkan bagi praktik penipuan.
Sejak pandemi, pusat-pusat penipuan daring menjamur di Asia Tenggara, mengubah Kamboja, Myanmar, dan Laos menjadi sarang kegiatan kriminal. Meskipun otoritas setempat meningkatkan penegakan hukum, kelompok hak asasi manusia menilai dampaknya masih terbatas. Hun Manet mengakui bahwa teknologi telah memungkinkan para pelaku bekerja secara terdesentralisasi, sehingga penanganannya menjadi semakin kompleks.
Hun Manet, yang menjabat perdana menteri pada Agustus 2023, merupakan lulusan West Point yang membawa gaya kepemimpinan lebih teknokratis. Namun, ia tetap mempertahankan cengkeraman otoriter yang telah menjaga Partai Rakyat Kamboja berkuasa sejak jatuhnya Khmer Merah pada 1979. Ayahnya, Hun Sen, masih memiliki pengaruh besar sebagai Presiden Senat dan ketua partai berkuasa.
Tekanan internasional terhadap Kamboja terus meningkat, termasuk dari Washington dan Beijing. Kelompok hak asasi manusia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa industri penipuan bernilai miliaran dolar ini beroperasi dengan keterlibatan dan perlindungan dari kalangan dekat elit politik dan bisnis negara itu. Amerika Serikat, misalnya, telah menjatuhkan sanksi kepada senator Kamboja Ly Yong Phat dan Kok An atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan manusia, kerja paksa, dan jaringan penipuan siber yang merugikan warga Amerika.
Menanggapi sanksi tersebut, Hun Manet menyebutnya sebagai masalah hukum yang sedang diperjuangkan di pengadilan. Ia juga menegaskan bahwa lembaga negara secara aktif menyelidiki kasus yang melibatkan pejabat pemerintah dan eksekutif bisnis. "Kami telah mengambil tindakan terhadap sejumlah pejabat," termasuk pemecatan dan penuntutan terhadap jenderal militer dan gubernur provinsi, ujarnya.
Bagi Indonesia, perkembangan ini relevan mengingat maraknya kasus penipuan daring yang juga merugikan warga negara Indonesia. Modus operandi sindikat yang semakin terdesentralisasi menuntut kerja sama regional yang lebih erat, termasuk melalui ASEAN. Indonesia perlu memperkuat pertukaran intelijen dan harmonisasi regulasi dengan negara-negara tetangga untuk mencegah meluasnya jaringan penipuan lintas batas.
Selain isu penipuan, Hun Manet juga menyoroti ketegangan perbatasan dengan Thailand. Ia mendesak Bangkok untuk segera melanjutkan perundingan demarkasi batas darat agar lebih dari 20.000 warga yang mengungsi dapat kembali ke rumah mereka. Meskipun telah ada gencatan senjata sejak konflik meletus setahun lalu, situasi masih rapuh karena ribuan tentara masih berhadapan di sepanjang perbatasan. Hun Manet menolak klaim Thailand bahwa upaya Kamboja mencari konsiliasi maritim di PBB membenarkan penghentian negosiasi batas darat, dengan menekankan bahwa kedua masalah tersebut terpisah secara hukum.
Ke depan, efektivitas pemberantasan penipuan daring di Kamboja akan sangat bergantung pada kemauan politik untuk menindak aktor-aktor yang dilindungi. Tanpa reformasi sistemik dan kerja sama regional yang lebih kuat, sindikat diprediksi akan terus beradaptasi dan mencari celah baru. Pertanyaannya, mampukah Hun Manet memenuhi janjinya tanpa mengganggu keseimbangan kekuasaan yang telah mapan?



