IHSG Tembus 6.400, Asing Borong Saham Grup Bakrie dan Barito Rp164 Miliar
Baca dalam 60 detik
- IHSG menguat 1,51% ke 6.430 pada sesi I Kamis, ditopang aksi beli asing bersih Rp164,6 miliar.
- Investor asing memborong saham Grup Bakrie (BUMI, BRMS) dan Grup Barito (PTRO, CUAN) di tengah optimisme komoditas.
- Saham TPIA dan BBCA menjadi sasaran jual asing terbesar, menandai rotasi portofolio ke sektor energi dan tambang.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 6.400 pada perdagangan sesi pertama Kamis (23/7/2026), ditopang aksi beli investor asing yang kembali mengincar saham-saham konglomerasi besar tanah air. Penguatan ini mengonfirmasi momentum bullish setelah beberapa hari terakhir indeks kesulitan menembus resistance tersebut.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup di posisi 6.430,15, melonjak 95,68 poin atau 1,51% dari penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 6.338 hingga 6.437 dan mencatat nilai transaksi Rp11,90 triliun dengan volume 34,81 miliar saham. Sebanyak 450 saham menguat, 166 melemah, dan 177 stagnan, mencerminkan dominasi aksi beli di hampir seluruh sektor. Kapitalisasi pasar BEI pun bertambah hampir Rp200 triliun menjadi Rp11.286 triliun.
Dari sisi sektoral, properti memimpin penguatan dengan lonjakan 6,12%, disusul energi (3,21%), utilitas (2,91%), dan barang baku (2,86%). Satu-satunya sektor yang melemah adalah kesehatan, meski hanya turun tipis. Reli ini terjadi di tengah aliran dana asing yang kembali positif setelah sempat keluar bersih pada beberapa hari sebelumnya.
Yang menarik perhatian, aksi beli asing pada sesi ini tidak merata, melainkan terfokus pada saham-saham yang berafiliasi dengan grup konglomerasi besar. Grup Bakrie mencatatkan net buy signifikan pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp94,23 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp41,10 miliar, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp42,12 miliar. Sementara itu, Grup Barito milik Prajogo Pangestu juga menjadi sasaran utama: PT Petrosea Tbk (PTRO) diborong Rp97,71 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp80,61 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp37,79 miliar.
Fenomena ini mengindikasikan perubahan preferensi investor asing yang mulai melirik kembali saham-saham berbasis komoditas dan energi, sejalan dengan ekspektasi kenaikan harga komoditas global. Saham-saham konglomerasi yang sebelumnya tertekan kini bangkit, didorong optimisme terhadap prospek sektor pertambangan dan energi. Selain itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga mencatat net buy asing masing-masing Rp64,26 miliar dan Rp50,29 miliar.
Di sisi lain, aksi jual asing terbesar terjadi pada PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang dilego Rp167,65 miliar, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp80,66 miliar. Pelepasan saham perbankan dan petrokimia ini menandai rotasi portofolio asing ke sektor yang lebih prospektif dalam jangka pendek. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga masuk dalam daftar jual bersih, meski dengan nilai lebih kecil.
Bagi investor domestik, pergerakan ini memberikan sinyal bahwa aliran modal asing masih bersikap selektif. Saham-saham yang terkait dengan komoditas dan energi menjadi primadona, sementara sektor perbankan dan konsumer cenderung ditinggalkan sementara. Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah reli ini berkelanjutan atau hanya sekadar rebound teknikal di tengah ketidakpastian global. Dengan level IHSG yang kini sudah berada di atas 6.400, resistance berikutnya berada di kisaran 6.500, yang akan menjadi ujian bagi kekuatan bullish.



