Dua Klub Premier League Berebut Bintang Como: Martin Baturina Dilego dengan Harga Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Presiden Como secara terbuka menyatakan kesediaan melepas Martin Baturina jika ada tawaran yang sesuai, memicu persaingan antara Aston Villa dan Tottenham.
- Baturina, gelandang serang 23 tahun, tampil impresif di Serie A dengan torehan delapan gol dan empat assist musim lalu, serta pernah mencetak gol ke gawang Inggris di Piala Dunia 2026.
- Aston Villa memiliki dana segar dari penjualan Morgan Rogers, sementara Tottenham masih mencari playmaker nomor 10, membuat kedua klub siap bernegosiasi.

Persaingan merebut tanda tangan gelandang serang Como, Martin Baturina, memasuki babak baru setelah presiden klub, Mirwan Suwarso, secara terbuka memberi lampu hijau untuk negosiasi. Aston Villa dan Tottenham Hotspur disebut sebagai dua klub Premier League yang paling serius memburu pemain berusia 23 tahun tersebut.
Baturina menjalani musim gemilang bersama Como di bawah asuhan Cesc Fabregas. Ia mencatatkan delapan gol dan empat assist di semua kompetisi, menjadikannya salah satu gelandang muda paling produktif di Serie A. Performa itu pula yang membuat namanya masuk radar klub-klub Inggris, terutama setelah ia mencetak gol indah ke gawang Inggris pada Piala Dunia 2026.
Dalam wawancara dengan CalcioMercato, Suwarso menegaskan bahwa Como tidak akan menghalangi kepergian pemain bintangnya asalkan ada tawaran yang sesuai. "Jika ada tawaran, kami akan mendengarkan. Jika kami suka, kami akan menerima, tapi kami tidak takut menolak," ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa musim panas lalu klub menolak tawaran โฌ60 juta untuk Assane Diao, dan โฌ40 juta untuk Jayden Addai pada bursa Januari.
Aston Villa berada dalam posisi finansial yang kuat setelah menjual Morgan Rogers ke Chelsea dengan rekor transfer termahal untuk pemain Inggris. Dana tersebut siap digunakan untuk mendatangkan pengganti yang tepat, dan Baturina dinilai cocok mengisi peran yang ditinggalkan Rogers. Di sisi lain, Tottenham telah mendatangkan dua gelandang tengah, Sandro Tonali dan Mateus Fernandes, namun keduanya bukan pemain nomor 10 murni. Celah itulah yang diyakini akan diisi oleh Baturina jika ia bergabung.
Meski negosiasi masih dalam tahap awal, pernyataan terbuka Suwarso menjadi angin segar bagi kedua klub. Mereka kini tahu bahwa Como tidak akan mempersulit proses transfer selama harga yang diminta terpenuhi. Dengan kemampuan finansial yang mumpuni, baik Aston Villa maupun Tottenham diyakini mampu memenuhi banderol yang diminta.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, persaingan ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berlomba merekrut talenta muda potensial. Baturina, yang pernah mencetak gol ke gawang Inggris di Piala Dunia, membuktikan kualitasnya di panggung internasional. Pertanyaannya kini: akankah ia memilih Villa Park atau Tottenham Hotspur Stadium? Atau mungkinkah ada kejutan dari klub lain yang ikut campur?



