Federico Chiesa: Bahagia di Liverpool, tetapi Siap Buka Lembaran Baru
Baca dalam 60 detik
- Pemain sayap Italia Federico Chiesa hanya tampil sebagai starter di satu laga Premier League sejak bergabung dengan Liverpool pada 2024, mencetak lima gol dalam 50 pertandingan.
- Meski menegaskan kebahagiaannya di Anfield, Chiesa mengakui bahwa jika konsistensi bermain tidak kunjung didapat, ia akan mempertimbangkan opsi lain.
- Kedatangan manajer baru Andoni Iraola membuka peluang bagi Chiesa untuk memulai babak baru, namun persaingan di lini depan Liverpool tetap ketat.

Federico Chiesa menegaskan komitmennya pada Liverpool meskipun spekulasi mengenai masa depannya terus bergulir. Pemain sayap asal Italia itu hanya sekali menjadi starter di Premier League dalam dua musim bersama The Reds.
Dalam 50 penampilan di semua ajang, Chiesa baru mencetak lima golโcatatan yang jauh dari ekspektasi saat ia didatangkan dari Juventus dengan biaya ยฃ12,5 juta pada 2024. Kontraknya di Anfield masih berlaku hingga 2028, namun minimnya menit bermain membuat posisinya terus dipertanyakan.
Pada Juni lalu, dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Chiesa mengakui bahwa jika tak kunjung mendapatkan konsistensi di Premier League, ia harus mencari tempat lain. Namun setelah mencetak gol dalam laga pramusim melawan Sunderland, ia menyampaikan nada berbeda. "Saat ini saya bahagia di Liverpool. Saya mencintai klub, fans, dan segalanya. Saya melakukan yang terbaik untuk mendapatkan kesempatan di sini, dan kita lihat saja nanti," ujarnya kepada wartawan, seperti dilansir BBC Sport.
"Saya melakukan yang terbaik untuk mendapatkan kesempatan di sini, dan kita lihat saja nanti." โ Federico Chiesa
Pergantian pelatih dari Arne Slot ke Andoni Iraola, yang diangkat pada Juni setelah pemecatan Slot, diharapkan membawa angin segar bagi Chiesa. Namun ia sendiri mengakui bahwa terlalu banyak "lembaran baru" yang telah dimulai tanpa perubahan berarti. "Mungkin sudah terlalu banyak awal yang baru. Tapi saya tidak peduli, saya akan berusaha maksimal untuk manajer baru ini," kata Chiesa. Ia juga menambahkan bahwa musim lalu ia merasa siap untuk peran yang lebih besar, namun keputusan tetap ada di tangan pelatih.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang setia mengikuti Premier League, nasib Chiesa menjadi sorotan. Banyak yang berharap pemain berusia 28 tahun itu bisa bangkit dan menunjukkan kualitasnya, mengingat Liga Inggris memiliki basis penggemar yang sangat besar di Tanah Air. Namun, persaingan di lini depan Liverpool yang dihuni nama-nama besar seperti Mohamed Salah dan Darwin Nunez membuat peluangnya tetap sempit. Jika Iraola tak memberikan kepercayaan lebih, bukan tidak mungkin Chiesa akan hengkang pada bursa transfer mendatang.
Apakah Chiesa akan mendapatkan kesempatan lebih di bawah asuhan Iraola? Ataukah ia akan memilih pindah untuk menyelamatkan kariernya? Jawabannya akan bergantung pada konsistensi penampilan dan keputusan taktis sang manajer dalam beberapa pekan ke depan.



