Buru Ernest Poku, Sunderland Dapat Lampu Hijau dari Bayer Leverkusen
Baca dalam 60 detik
- Bayer Leverkusen memberi batas waktu delapan hari bagi klub peminat untuk merekrut Ernest Poku, dengan harga sekitar โฌ25 juta.
- Sunderland menjadi salah satu kandidat utama setelah Leverkusen mengisyaratkan pemain 22 tahun itu hampir pasti pindah ke Inggris.
- Jika transfer terealisasi, Poku diharapkan menjadi peningkatan signifikan di sisi sayap dibandingkan Chemsdine Talbi yang hanya mencetak empat gol musim lalu.

Klub Premier League Sunderland mendapat angin segar dalam perburuan winger Bayer Leverkusen, Ernest Poku, setelah klub Bundesliga tersebut menetapkan batas waktu penjualan pada 1 Agustus mendatang. Langkah ini membuka peluang bagi The Black Cats untuk mendatangkan pemain berusia 22 tahun itu dengan nilai transfer sekitar โฌ25 juta atau setara ยฃ21 juta.
Menurut laporan BILD yang dikutip Sport Witness, Leverkusen ingin melepas Poku sebelum tur pramusim mereka dimulai. Keputusan ini dinilai sebagai sinyal bahwa sang pemain sudah tidak masuk dalam rencana jangka panjang klub. Poku, yang musim lalu mencatatkan enam gol dan sepuluh assist, dianggap sebagai aset berharga yang bisa menjadi incaran banyak klub.
Bagi Sunderland, kehadiran Poku bisa menjadi jawaban atas kebutuhan peningkatan produktivitas di sektor sayap. Musim lalu, Chemsdine Talbi yang menjadi andalan hanya mampu menyumbang empat gol dan satu assist. Dengan statistik yang jauh lebih impresif, Poku dinilai mampu memberikan dimensi baru dalam serangan tim asuhan Regis Le Bris, terutama saat mereka bersaing di Premier League dan kompetisi Eropa.
Namun, Sunderland tidak sendirian dalam perburuan ini. Nottingham Forest juga disebut-sebut sebagai peminat serius. Dengan tenggat waktu yang ketat, kedua klub harus bergerak cepat jika ingin mengamankan tanda tangan Poku. Leverkusen sendiri tampak tidak mau bernegosiasi lama-lama; mereka menginginkan kepastian sebelum tur pramusim dimulai.
Bagi konteks sepak bola Indonesia, pergerakan klub-klub Inggris di bursa transfer kerap menjadi perhatian karena banyak pemain diaspora Indonesia atau keturunan yang bermain di sana. Meski Poku bukan pemain keturunan Indonesia, transfer ini tetap menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League berburu talenta muda Eropa dengan harga yang relatif terjangkau. Pola ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia untuk lebih agresif dalam merekrut pemain potensial dari luar negeri.
Poku sendiri dikenal sebagai pemain sayap yang lincah, cepat, dan memiliki pengalaman di Liga Champions. Kemampuannya bermain di beberapa posisi serang membuatnya menjadi opsi taktis yang fleksibel. Jika bergabung dengan Sunderland, ia diharapkan bisa langsung beradaptasi dengan kerasnya Premier League.
Dengan waktu yang semakin sempit, keputusan Sunderland dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah mereka berhasil mendatangkan pemain yang disebut-sebut sebagai "bargan of the summer" ini. Akankah The Black Cats mampu mengalahkan persaingan dan merealisasikan transfer sebelum batas akhir? Jawabannya akan segera terlihat dalam hitungan hari.



