Kreator Acara Legendaris Bullseye Meninggal, Warisan Hak Cipta dan Harta Ditinggalkan untuk Istri
Baca dalam 60 detik
- Andrew Wood, otak di balik acara kuis panahan Bullseye, meninggal pada November 2025 di usia 91 tahun, meninggalkan hampir £100.000 untuk istrinya.
- Hak cipta Bullseye, yang sempat dihidupkan kembali oleh ITV pada 2024, kini sepenuhnya diwariskan kepada Jane Wood, istri almarhum.
- Kesuksesan Bullseye versi baru yang dibawakan Freddie Flintoff mendorong komisioning musim kedua, menunjukkan daya tarik lintas generasi.

Andrew Wood, sosok di balik kesuksesan acara kuis panahan legendaris asal Inggris, Bullseye, meninggal dunia pada 23 November 2025 di usia 91 tahun. Dalam surat wasiatnya yang baru terungkap, ia mewariskan hampir seluruh hartanya, termasuk hak cipta acara tersebut, kepada sang istri, Jane Wood, yang kini berusia 81 tahun.
Menurut dokumen yang dipublikasikan, Wood meninggalkan dana tunai sebesar £90.580 (sekitar Rp1,8 miliar) serta seluruh aset properti dan kekayaan intelektual—termasuk hak cipta Bullseye—kepada Jane. Acara yang ia ciptakan bersama Norman Vaughan pada 1981 ini sempat menjadi fenomena di televisi Inggris dengan pembawa acara Jim Bowen selama 14 musim.
Kepergian Wood diumumkan oleh putrinya, Laura Wood, melalui LinkedIn pada November lalu. Dalam unggahannya, Laura yang juga menjabat sebagai direktur Bullseye Group Limited menyampaikan rasa duka mendalam. "Pada Minggu pagi, ibu dan saya mengucapkan selamat tinggal yang selalu kami tahu akan tiba, tapi sangat tidak pernah kami inginkan," tulisnya. Ia menggambarkan ayahnya sebagai sosok visioner yang gigih, yang tidak hanya menciptakan Bullseye tetapi juga memiliki karier unik—mulai dari bekerja dengan Don Arden, "Godfather of Rock", menjadi tukang cukur pembalap F1, hingga memiliki toko rekaman pertama di Kingston-upon-Thames.
Bullseye sendiri kembali mengudara pada Desember 2024 melalui spesial Natal ITV, setelah vakum panjang. Kesuksesan acara yang dipandu mantan pemain kriket Andrew "Freddie" Flintoff ini mendorong ITV untuk memesan satu seri penuh pada November 2025, dan baru-baru ini mengumumkan komisioning musim kedua. Formatnya tetap sama: sepasang kontestan—satu pelempar panah amatir ("thrower") dan satu penjawab pertanyaan ("knower")—bersaing untuk memenangkan hadiah uang tunai dan barang.
Katie Rawcliffe, Direktur Hiburan, Realitas, dan Komisioning Siang Hari ITV, menyebut Bullseye sebagai "format yang dicintai" yang terbukti sangat populer sejak kembali, tidak lepas dari peran Flintoff. Laura Wood, putri almarhum, mengaku "senang melihat acara ini terus bergema dengan pemirsa lintas generasi". Ia menambahkan, "Freddie telah merangkul warisan acara ini sambil membantu memperkenalkan Bullseye kepada khalayak baru."
Bagi pemirsa di Indonesia, kisah Bullseye menjadi contoh bagaimana warisan kreatif dapat bertahan puluhan tahun dan diadaptasi untuk generasi baru. Meski tidak tayang di Indonesia, format kuis serupa seperti "Kuis Siapa Berani" atau "Super Family" menunjukkan bahwa konsep permainan sederhana dengan elemen keterampilan dan pengetahuan tetap memiliki daya tarik universal. Ke depannya, apakah Bullseye akan menjajaki pasar global termasuk Asia? Dengan hak cipta kini sepenuhnya di tangan keluarga Wood, kemungkinan itu terbuka lebar.



