Itoje Kembali Pimpin Inggris di Nations Championship: Sinyal Kebangkitan Setelah Istirahat Panjang
Baca dalam 60 detik
- Maro Itoje masuk skuad 36 pemain Inggris untuk Nations Championship setelah absen di tur musim panas.
- Kapten Saracens itu diprediksi kembali memegang ban kapten saat melawan Australia pada 8 November.
- Keputusan ini menandai era baru dengan pemain muda dan veteran yang kembali, menjelang Piala Dunia 2027.

Maro Itoje, ikon lini kedua Inggris, kembali masuk skuad utama untuk Nations Championship musim gugur ini. Pelatih Steve Borthwick memasukkan namanya dalam daftar 36 pemain yang akan menjalani pemusatan latihan mulai akhir pekan ini, menandai kembalinya pemain berusia 31 tahun itu setelah absen di tiga laga melawan Afrika Selatan, Fiji, dan Argentina pada Juli lalu.
Kehadiran Itoje bukan sekadar tambahan kekuatan. Ia dijadwalkan kembali memegang ban kapten yang sempat dipegang Jamie George saat Inggris menghadapi Australia pada 8 November, disusul laga melawan Jepang (14 November) dan Selandia Baru (21 November). Keputusan ini menggarisbawahi kepercayaan Borthwick pada pengalaman Itoje, yang telah mengoleksi 102 caps sejak debutnya pada 2016.
Yang menarik, kembalinya Itoje terjadi setelah ia menikmati jeda kompetitif pertamanya dalam lebih dari satu dekade. Ia menghabiskan waktu libur di Mauritius dan Nigeria, sebuah keputusan yang diakuinya memberi manfaat besar bagi kondisi mental dan fisiknya. Ini menjadi sorotan karena sebelumnya ia harus memimpin Inggris melalui Six Nations yang mengecewakan—hanya satu kemenangan—tak lama setelah kehilangan ibunya.
Bagi pengamat rugby, langkah ini menunjukkan pergeseran strategi Borthwick. Ia mulai merotasi pemain senior dengan talenta muda seperti Henry Pollock dan Asher Opoku-Fordjour yang baru pertama kali masuk skuad utama. Namun, keputusan untuk tidak menyertakan Courtney Lawes dan Joe Marchant—yang kembali tersedia setelah hengkang dari klub Prancis—menjadi sinyal bahwa regenerasi sedang berjalan, meski keduanya masih punya peluang di masa depan.
Di sisi lain, Inggris harus memantau kondisi Jamie George yang mengalami cedera pangkal paha dan Ollie Chessum yang bermasalah dengan kaki. Keduanya tetap dipanggil untuk menjalani rehabilitasi bersama tim, menunjukkan bahwa Borthwick tidak mau mengambil risiko kehilangan pemain kunci di tengah padatnya jadwal internasional.
Konteks domestik Indonesia: meski rugby bukan olahraga populer di Tanah Air, perkembangan ini relevan bagi penggemar yang mengikuti liga internasional. Dengan makin banyaknya siaran langsung turnamen rugby, keputusan Borthwick bisa menjadi bahan diskusi menarik tentang manajemen pemain senior dan regenerasi—pelajaran yang bisa diadaptasi untuk pengembangan olahraga di Indonesia, terutama dalam hal keseimbangan antara pengalaman dan energi muda.
Para pemain akan berkumpul pada hari Minggu ini, pertama kalinya sejak tur musim panas. Borthwick diperkirakan akan memanfaatkan sesi latihan untuk menguji kombinasi lini belakang yang diisi nama-nama seperti Marcus Smith, Fin Smith, dan Tommy Freeman. Sementara di lini depan, duet Itoje dengan George Martin atau Ollie Chessum akan menjadi sorotan utama.
Pertanyaan besarnya: apakah kembalinya Itoje benar-benar akan mengangkat performa Inggris yang tengah dalam masa transisi? Atau justru menjadi beban baru bagi pemain yang baru saja menemukan keseimbangan hidupnya? Jawabannya akan mulai terlihat saat mereka meladeni Australia di Twickenham, November mendatang.



