ServiceNow Kerek Proyeksi Pendapatan Berlangganan Dua Kali Beruntun, AI Jadi Motor Utama
Baca dalam 60 detik
- ServiceNow menaikkan target pendapatan berlangganan tahunan untuk kedua kalinya setelah laba dan pendapatan kuartal II melampaui ekspektasi analis.
- Permintaan terhadap agen AI buatan ServiceNow, termasuk Otto, mendorong adopsi luas di sektor publik AS dan perusahaan multinasional.
- Meski proyeksi kuartal III sedikit di bawah konsensus, total kewajiban kinerja perusahaan menembus US$29 miliar, menandakan komitmen jangka panjang pelanggan.

ServiceNow kembali merevisi naik proyeksi pendapatan berlangganan tahun fiskal 2026, menandai kali kedua dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini diambil setelah perusahaan perangkat lunak asal Amerika Serikat itu mencatatkan pendapatan dan laba kuartal kedua yang melampaui perkiraan analis, didorong oleh lonjakan permintaan terhadap solusi kecerdasan buatan (AI) mereka.
Dalam laporan keuangan yang dirilis Rabu (22/7) waktu setempat, ServiceNow mengumumkan pendapatan berlangganan kuartal kedua mencapai US$3,88 miliar, sementara laba per saham disesuaikan berada di angka 90 sen. Angka tersebut unggul dari konsensus analis yang dihimpun LSEG, yang masing-masing memperkirakan US$3,82 miliar dan 85 sen. Kinerja positif ini mendorong manajemen untuk menaikkan target pendapatan berlangganan tahun penuh menjadi US$15,760 miliar hingga US$15,780 miliar, dari sebelumnya US$15,735 miliar hingga US$15,775 miliar.
Pencapaian ini terjadi di tengah kekhawatiran yang melanda industri perangkat lunak sebagai layanan (SaaS) โ yang oleh sebagian pelaku pasar dijuluki "SaaSpocalypse". Istilah itu merujuk pada tekanan yang dihadapi perusahaan SaaS akibat munculnya alat-alat AI generatif dari startup seperti OpenAI dan Anthropic. Namun, ServiceNow justru memanfaatkan gelombang AI dengan memperluas portofolio agen AI-nya di berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi hingga layanan pelanggan. Agen-agen ini membantu klien korporat mengotomatiskan alur kerja yang kompleks dan memakan waktu.
Salah satu inovasi andalan ServiceNow adalah Otto, sebuah pengalaman AI yang dirancang untuk menangani permintaan karyawan dan menyelesaikan alur kerja lintas departemen yang rumit. Selain itu, perusahaan juga memperkuat kapabilitasnya melalui akuisisi startup keamanan siber Armis dan startup AI Moveworks. Langkah ekspansi ini membuahkan hasil: hampir seluruh 50 negara bagian di Amerika Serikat kini menggunakan platform AI ServiceNow untuk meningkatkan layanan publik dan memodernisasi operasi pemerintahan.
Meskipun prospek jangka panjang cerah, proyeksi pendapatan berlangganan untuk kuartal ketiga sebesar US$3,975 miliar hingga US$3,980 miliar sedikit di bawah ekspektasi analis yang mencapai US$4 miliar. Hal ini sempat menekan sentimen pasar, namun saham ServiceNow tetap berhasil ditutup naik lebih dari 5% dalam perdagangan yang volatil setelah jam bursa.
CEO ServiceNow Bill McDermott menyatakan bahwa total kewajiban kinerja perusahaan yang mencapai US$29 miliar menjadi bukti kuatnya komitmen pelanggan dan permintaan yang melonjak dari ekosistem mitra. "Angka ini didorong oleh komitmen pelanggan yang lebih panjang dan permintaan yang meroket dari ekosistem mitra kami," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Bagi pelaku pasar dan pengamat industri di Indonesia, kinerja ServiceNow menjadi indikator penting adopsi AI di tingkat global. Jika tren ini berlanjut, perusahaan-perusahaan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, kemungkinan akan semakin terdorong untuk mengadopsi solusi serupa guna meningkatkan efisiensi operasional. Pertanyaannya, apakah penyedia layanan lokal mampu bersaing dengan raksasa seperti ServiceNow yang terus mengakuisisi startup inovatif?
Ke depan, ServiceNow diperkirakan akan terus menggencarkan investasi di bidang AI dan keamanan siber. Dengan basis pelanggan yang semakin luas dan komitmen jangka panjang yang kuat, perusahaan tampaknya berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. Namun, tekanan dari pesaing dan fluktuasi ekonomi global tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.



