IHSG Terpeleset, Asing Tarik Dana Rp943,75 Miliar dalam Sehari
Baca dalam 60 detik
- Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,39% pada sesi pertama, mengakhiri reli sembilan hari beruntun.
- Investor asing mencatat net sell Rp943,75 miliar di seluruh pasar, dengan tekanan jual terbesar pada saham Chandra Asri Pacific.
- Keputusan suku bunga Bank Indonesia siang ini menjadi sentimen kunci yang ditunggu pelaku pasar di tengah aksi jual besar-besaran.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mematahkan tren penguatan sembilan hari beruntun setelah ditutup melemah 0,39% ke level 6.315,55 pada sesi pertama perdagangan Rabu (22/7/2026). Aksi jual investor asing yang mencapai Rp943,75 miliar menjadi pemicu utama koreksi ini, menghentikan laju positif yang sebelumnya sempat membawa IHSG menembus level 6.300.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi pada sesi pertama tercatat sekitar Rp11,24 triliun dengan volume perdagangan mencapai 28,93 miliar saham. Sebanyak 238 saham menguat, 366 saham melemah, dan 190 saham stagnan. Pelaku pasar tampak menahan diri sembari mencermati pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan siang ini, serta data eksternal seperti tingkat pengangguran Inggris dan neraca perdagangan Jepang.
Menurut data Stockbit Sekuritas, aksi jual asing terbesar terjadi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang mencapai Rp172,38 miliar. Disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) sebesar Rp103,93 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp93,33 miliar. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga tidak luput dari tekanan jual asing.
Di tengah derasnya arus keluar modal asing, sejumlah saham justru menjadi incaran. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mencatat pembelian bersih tertinggi sebesar Rp34,78 miliar, diikuti PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) Rp28,08 miliar, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) Rp22,46 miliar. Saham-saham komoditas dan energi seperti PT Timah Tbk. (TINS), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO), dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) juga masuk dalam daftar beli asing.
Bagi investor domestik, aksi jual asing ini menjadi sinyal bahwa sentimen global masih mendominasi pergerakan pasar. Keputusan BI terkait suku bunga akan menjadi penentu arah IHSG selanjutnya. Jika BI mempertahankan suku bunga, mungkin tekanan jual asing bisa mereda. Namun, jika ada kejutan, volatilitas diperkirakan meningkat. Pertanyaannya, akankah investor asing kembali masuk setelah pengumuman BI, atau justru memperkuat tren net sell? Pelaku pasar perlu mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan data ekonomi global dalam beberapa hari ke depan.



