SoftBank Rintis Platform AI yang Beri Kompensasi ke Penerbit Berita
Baca dalam 60 detik
- SoftBank meluncurkan GaranAI, platform yang mengolah konten berita dari sejumlah media Jepang menjadi data terstruktur untuk melatih kecerdasan buatan, dengan skema kompensasi bagi pemilik hak cipta.
- Langkah ini merespons kekhawatiran industri media terhadap pelanggaran hak cipta dan misinformasi yang marak akibat penggunaan konten tanpa izin dalam pengembangan AI generatif.
- Jika sukses, model bisnis ini bisa menjadi preseden global, termasuk di Indonesia, di mana hubungan antara platform AI dan penerbit masih belum diatur secara jelas.

SoftBank Corp. resmi mengoperasikan GaranAI, sebuah platform yang mengubah artikel dari berbagai media massa menjadi data siap pakai untuk pengembangan kecerdasan buatan generatif. Langkah ini menjadi salah satu upaya konkret menjembatani kepentingan industri AI dengan perlindungan hak cipta di tengah meningkatnya kekhawatiran akan penyalahgunaan konten berita.
GaranAI dirancang untuk menerima kiriman artikel dari sejumlah penerbit besar Jepang, termasuk Mainichi Newspapers, Sankei Shimbun, dan Kyodo News, serta beberapa perusahaan surat kabar lokal. SoftBank kemudian mentransformasi konten tersebut ke dalam format yang sulit dikembalikan ke bentuk aslinya, lalu memprosesnya lebih lanjut menjadi data yang mudah digunakan oleh model AI. Data olahan ini dijual kepada pengembang AI dengan tujuan meningkatkan akurasi respons terhadap pertanyaan pengguna.
Pendekatan ini berbeda dari praktik umum di mana perusahaan AI kerap mengambil konten dari internet tanpa izin eksplisit. SoftBank menawarkan skema kompensasi bagi para penerbit yang bergabung, sebuah model yang diharapkan dapat mengurangi gesekan antara pemilik hak cipta dan pengembang teknologi. Versi percobaan platform sudah dirilis pada Rabu (22/7) dan pendaftaran bagi pengembang AI telah dibuka. Perusahaan menargetkan peluncuran versi final pada Januari tahun depan atau setelahnya, dengan enam bulan ke depan digunakan untuk penyempurnaan.
Bagi Indonesia, langkah SoftBank ini menyoroti celah regulasi yang masih ada. Di dalam negeri, belum ada mekanisme serupa yang mengatur penggunaan konten berita untuk pelatihan AI. Beberapa platform AI global telah menggunakan konten dari media Indonesia tanpa izin jelas, memicu kekhawatiran akan pelanggaran hak cipta dan penyebaran informasi yang tidak akurat. Model GaranAI bisa menjadi acuan bagi regulator dan pelaku industri di Indonesia untuk merumuskan kebijakan yang melindungi penerbit sekaligus mendorong inovasi AI.
Menurut analis industri, keberhasilan GaranAI akan sangat bergantung pada seberapa banyak penerbit dan pengembang AI yang bergabung. SoftBank menargetkan platform ini menjadi "platform informasi penting" untuk pengembangan dan peningkatan AI generatif, dengan rencana memperluas jangkauan ke konten berhak cipta dari berbagai sektor, termasuk museum dan media online. Jika terealisasi, GaranAI berpotensi mengubah lanskap hubungan antara pemilik konten dan pengembang AI secara global.
Pertanyaan yang kini mengemuka: mampukah model kompensasi semacam ini diadopsi secara luas, atau justru akan memperkuat dominasi pemain besar yang memiliki sumber daya untuk membayar lisensi? Jawabannya akan menentukan arah industri AI dan media dalam beberapa tahun ke depan.



