PBNU Resmi Undang Prabowo Buka Muktamar ke-35 di Jombang, Persiapan 40 Hari Terakhir
Baca dalam 60 detik
- PBNU mengirimkan undangan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membuka Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung di Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026.
- Sekjen PBNU Gus Ipul memastikan konsolidasi dengan PWNU dan PCNU se-Indonesia terus dilakukan agar seluruh pengurus daerah dapat berpartisipasi penuh dalam muktamar.
- PBNU memberikan kebijakan khusus bagi PWNU Papua dan membentuk tim khusus yang dipimpin Mohammad Nuh untuk mempercepat penerbitan SK kepengurusan daerah.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk membuka langsung Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Undangan ini disampaikan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, di sela-sela persiapan yang memasuki masa kritis 40 hari terakhir.
Gus Ipul menegaskan bahwa PBNU terus melakukan konsolidasi dengan Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) di seluruh Indonesia. Targetnya, seluruh pengurus daerah dapat menjadi peserta penuh dalam muktamar sesuai dengan hak organisasi. "Kami berharap seluruh PW dan PC yang belum melengkapi dokumen agar segera menyelesaikannya demi mendapatkan Surat Keputusan dari PBNU," ujarnya di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Selasa (21/7).
Untuk mempercepat proses administrasi, PBNU membentuk tim khusus dari jajaran Syuriah yang dipimpin oleh Mohammad Nuh. Tim ini bertugas menuntaskan penerbitan SK bagi PWNU dan PCNU yang masih tertunda. Selain itu, PBNU memberikan kebijakan khusus bagi PWNU di tanah Papua, termasuk pendampingan dan mitigasi bagi cabang-cabang yang belum melengkapi dokumen. Langkah ini diambil untuk memastikan partisipasi penuh dari seluruh elemen NU di daerah.
Gus Ipul juga mengimbau seluruh jajaran NU untuk tidak mudah percaya pada berita hoaks yang beredar. Ia meminta agar semua informasi terkait muktamar hanya diakses melalui kanal resmi PBNU. "Di luar sana banyak berita yang menyesatkan. Ikuti seluruh proses resmi yang dilakukan PBNU," tegasnya. Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya informasi tidak akurat yang berpotensi mengganggu kelancaran persiapan.
Muktamar ke-35 NU kali ini memiliki arti strategis, tidak hanya bagi internal organisasi tetapi juga bagi peta politik nasional. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto sebagai pembuka acara menjadi simbol kedekatan antara pemerintah dan ormas Islam terbesar di Indonesia. Di sisi lain, konsolidasi internal yang gencar dilakukan PBNU menunjukkan upaya untuk memperkuat soliditas organisasi di tengah dinamika politik yang kerap memanfaatkan isu keagamaan.
Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada PWNU Jawa Timur, PCNU se-Jawa Timur, dan Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang telah berkontribusi dalam persiapan. "Kami berterima kasih atas partisipasi dan kontribusi semua pihak dalam mensukseskan muktamar yang akan datang," ujarnya. Dengan waktu yang tersisa kurang dari 40 hari, PBNU optimistis seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar sesuai rencana.



