Niko Kovač Beri Sinyal Hijau untuk Kōta Yamamoto, tapi Ingatkan Proses Panjang
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Dortmund Niko Kovač mengakui potensi gelandang Jepang Kōta Yamamoto setelah debutnya di laga uji coba.
- Yamamoto diproyeksikan bermain untuk tim U23 Dortmund musim depan, bukan langsung masuk tim utama.
- Kedatangan Yamamoto memicu perbandingan dengan Shinji Kagawa, namun Kovač menekankan perlunya kesabaran dalam pengembangan pemain muda.

Pelatih Borussia Dortmund, Niko Kovač, secara terbuka mengakui potensi gelandang muda asal Jepang, Kōta Yamamoto, namun ia menekankan bahwa proses pengembangan pemain berusia 18 tahun itu tidak boleh terburu-buru. Yamamoto, yang bergabung dengan tim cadangan Dortmund dengan status pinjaman dari Gamba Osaka pada Juli lalu, langsung mencuri perhatian setelah mencetak gol dalam laga persahabatan pramusim melawan Rot-Weiß Oberhausen.
“Saya melihatnya untuk pertama kali di pertandingan itu,” ujar Kovač. “Dia menunjukkan beberapa momen bagus. Saya melihat potensi nyata, dan itu positif bagi kami.” Pernyataan tersebut menjadi sinyal awal bahwa pemain muda itu mulai masuk dalam radar tim utama Dortmund, meskipun jalannya masih panjang.
Kedatangan Yamamoto tak pelak memicu perbandingan dengan Shinji Kagawa, salah satu pemain Jepang paling sukses di Bundesliga. Kagawa bergabung dengan Dortmund pada 2010 dan langsung menjadi pilar penting di bawah asuhan Jürgen Klopp, membawa Die Borussen meraih dua gelar Bundesliga beruntun sebelum pindah ke Manchester United. Namun, Kovač mengingatkan bahwa tekanan ekspektasi semacam itu justru bisa menjadi bumerang bagi pemain muda.
“Kami harus menangani perkembangannya dengan hati-hati,” tegas Kovač. Saat ini, Yamamoto masih berlatih bersama skuad utama dalam pramusim, tetapi rencana jangka pendeknya adalah memperkuat tim U23 Dortmund yang berlaga di Regionalliga (kasta keempat Jerman) pada musim 2026/27. Meski begitu, pintu menuju tim utama tidak tertutup rapat. “Kami akan terus memantaunya,” janji Kovač.
Dari sudut pandang sepak bola Asia, langkah Dortmund ini menarik untuk dicermati. Jepang telah lama menjadi pemasok talenta ke Bundesliga, mulai dari Kagawa, Makoto Hasebe, hingga pemain muda seperti Ritsu Doan. Yamamoto, yang masih berusia 18 tahun, memiliki waktu untuk berkembang tanpa tekanan langsung. Namun, persaingan di lini tengah Dortmund sangat ketat—dengan nama-nama seperti Julian Brandt, Felix Nmecha, dan pemain muda lainnya—sehingga jalur U23 menjadi pilihan realistis.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Yamamoto bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya manajemen karier pemain muda. Banyak talenta Asia yang gagal karena terlalu cepat ditempatkan di panggung utama. Dortmund, dengan reputasinya sebagai klub yang gemar mengembangkan pemain muda (seperti Jadon Sancho, Erling Haaland, dan Jude Bellingham), menawarkan ekosistem yang tepat. Namun, tidak semua pemain bisa langsung bersinar; kesabaran adalah kunci.
Dortmund sendiri memiliki jadwal pramusim yang padat. Setelah tur ke Jepang pada 26 Juli hingga 2 Agustus, mereka akan bertolak ke London untuk menghadapi Arsenal, juara bertahan Premier League, dalam laga persahabatan. Setelah itu, fokus beralih ke Franz Beckenbauer Supercup melawan Bayern Munich dan awal musim Bundesliga yang baru. Yamamoto mungkin tidak akan tampil di laga-laga tersebut, tetapi pengalaman berlatih dengan tim utama akan menjadi modal berharga.
Pertanyaan besarnya: akankah Yamamoto mampu mengikuti jejak Kagawa, atau justru menjadi salah satu dari sekian banyak talenta Asia yang meredup di Eropa? Jawabannya hanya bisa diberikan oleh waktu, tetapi langkah awal ini menunjukkan bahwa Dortmund melihat sesuatu yang istimewa dalam diri pemuda asal Osaka itu.



