FIGC Buka Peluang Gaet Guardiola: Gaji Fantastis Bisa Jadi Pengecualian Anggaran
Baca dalam 60 detik
- Presiden FIGC Giovanni Malagò mengakui gaji Pep Guardiola sebagai pelatih Italia bisa menjadi pengecualian anggaran, namun belum ada jaminan kesepakatan.
- Paolo Maldini dan Leonardo telah melakukan pertemuan langsung dengan Guardiola di Barcelona untuk membahas proyek kepelatihan Timnas Italia.
- FIGC mempertimbangkan profil pelatih dengan pemikiran modern, termasuk Guardiola, Andrea Pirlo, dan Roberto Mancini, tanpa menutup kemungkinan kandidat lain.

Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malagò, mengakui bahwa gaji Pep Guardiola sebagai calon pelatih Timnas Italia bisa menjadi pengecualian dalam anggaran federasi. Namun, ia menegaskan bahwa belum ada jaminan kesepakatan akan tercapai mengingat masih ada kandidat lain yang dipertimbangkan.
Dalam beberapa hari terakhir, spekulasi merebak setelah direktur teknis Italia, Paolo Maldini, dan penasihat khususnya, Leonardo, terbang ke Barcelona untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Guardiola. Langkah ini menunjukkan keseriusan FIGC dalam merombak struktur kepelatihan tim nasional.
Malagò mengakui bahwa aspek finansial menjadi tantangan utama. "Ada beberapa aspek keuangan yang harus dipertimbangkan, dan merupakan pernyataan yang meremehkan jika kami harus gigit jari untuk ini," ujarnya kepada Cronache di Spogliatoio dan Gazzetta dello Sport. "Beberapa pengecualian telah dibuat, misalnya terkait nama yang sedang ramai diperbincangkan saat ini: Pep Guardiola. Saya tidak perlu menjelaskan alasan mengapa ia menjadi pengecualian, tetapi itu juga bukan jaminan bahwa ini akan terwujud."
FIGC tampaknya mengincar pelatih dengan pendekatan modern dan inovatif. Malagò menegaskan bahwa keputusan bukanlah bentuk tidak hormat terhadap kandidat lain, melainkan pilihan subjektif berdasarkan kebutuhan tim. "Kami memikirkan profil tertentu, dan nama-nama ini pasti termasuk dalam kategori itu," katanya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah FIGC ini menarik karena menunjukkan bagaimana federasi sepak bola besar bersedia melakukan pengecualian finansial demi mendapatkan pelatih top. Di Indonesia, PSSI juga kerap dihadapkan pada dilema serupa dalam merekrut pelatih asing berkualitas, meski dengan skala anggaran yang berbeda.
Keputusan akhir FIGC diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang. Apakah Guardiola akan menjadi nahkoda baru Azzurri, ataukah FIGC akan memilih kandidat lain yang lebih terjangkau? Pertanyaan ini masih menggantung, menunggu langkah selanjutnya dari federasi.



