Arsenal Gagal Dapatkan Morgan Rogers, Nico Williams Jadi Alternatif Lebih Tepat?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal kehilangan Morgan Rogers yang memilih Chelsea dengan banderol £117 juta, setelah negosiasi panjang gagal karena lonjakan harga pasar.
- Nico Williams, pemain sayap Athletic Club dan juara dunia Spanyol, muncul sebagai target utama dengan klausul £77 juta yang dianggap lebih rasional.
- Perbandingan statistik menunjukkan Williams unggul dalam dribel sukses dan progresi bola, sesuai kebutuhan Arsenal akan pemain sayap murni di sisi kiri.

Arsenal harus mengubur ambisi mendatangkan Morgan Rogers setelah Chelsea mengajukan tawaran mencengangkan senilai £117 juta kepada Aston Villa. Kekalahan dalam perburuan pemain incaran utama ini memaksa manajemen The Gunners mencari opsi lain, dan nama Nico Williams dari Athletic Club kini kembali mencuat sebagai alternatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktik Mikel Arteta.
Kegagalan merekrut Rogers bukan tanpa alasan. Pada Juni lalu, Arsenal sebenarnya sudah menjalin komunikasi intensif dengan pemain timnas Inggris tersebut. Josh Kroenke, putra pemilik klub, bahkan terlibat langsung dalam pembicaraan, sementara Arteta menelepon pribadi sang pemain. Bukayo Saka dan Declan Rice juga diminta melobi Rogers saat Piala Dunia 2026 berlangsung. Kesepakatan personal hampir tercapai, namun semuanya berubah setelah Manchester City menggelontorkan £116 juta untuk Elliot Anderson pada 2 Juli. Transfer itu memicu efek domino: Tottenham membayar £85 juta untuk Mateus Fernandes dan £100 juta untuk Sandro Tonali, sementara Aston Villa langsung menaikkan harga Rogers menjadi £117 juta—angka yang persis lebih tinggi dari Anderson. Arsenal menolak menyamai tawaran tersebut.
Keputusan Andrea Berta, direktur olahraga Arsenal, untuk tidak terjebak dalam inflasi harga pasar patut diacungi jempul. Namun, konsekuensinya, tim harus bergerak cepat mencari pengganti. Selain striker Julian Alvarez dan Eli Junior Kroupi, lini sayap menjadi prioritas setelah kepergian Leandro Trossard. Nama-nama seperti Yan Diomande (RB Leipzig) dan Bradley Barcola (PSG) sempat dikaitkan, tetapi Nico Williams menawarkan nilai lebih.
Williams, yang kini berusia 24 tahun, memang tidak menjalani musim terbaiknya. Ia hanya enam kali menjebol gawang lawan dan tidak menjadi starter reguler saat Spanyol menjuarai Piala Dunia. Namun, kontribusinya di partai final melawan Argentina sungguh monumental. Masuk sebagai pemain pengganti, ia memberikan assist untuk gol kemenangan Ferran Torres, hampir mengirim umpan matang kepada Mikel Merino, dan satu golnya dianulir karena pelanggaran. Statistik menunjukkan ia melakukan 14 sprint, enam dribel, dan menciptakan dua peluang besar dalam waktu singkat. Penampilan itulah yang meyakinkan Arsenal untuk kembali menjalin komunikasi dengan Athletic Club.
Menurut laporan TEAMtalk, Arsenal telah memulai pembicaraan baru dengan klub Basque tersebut. Williams dikabarkan terbuka pindah ke Emirates Stadium, meski sebelumnya ia bermimpi bergabung dengan Barcelona. Namun, Barcelona telah merekrut Anthony Gordon musim panas ini, sehingga peluang Arsenal semakin terbuka. Bandrol £77 juta dianggap sebagai harga yang wajar di tengah pasar yang kian tak rasional, apalagi untuk pemain sekaliber Williams yang dikenal sebagai winger langsung, cepat, dan agresif dalam satu lawan satu.
Perbandingan dengan Rogers menunjukkan perbedaan profil yang signifikan. Rogers lebih sering beroperasi sebagai gelandang serang atau nomor 10 di Aston Villa, mirip Eberechi Eze. Arsenal justru membutuhkan winger murni untuk mengisi sisi kiri, posisi yang selama ini tidak memiliki pengganti sepadan setelah kepergian Trossard. Williams, dengan kecepatan dan kemampuannya melewati lawan, dinilai lebih cocok untuk menjadi mitra Saka di sayap. Meski produktivitas golnya tidak mentereng, data membuktikan ia unggul dalam aspek dribel dan progresi bola—atribut yang sangat dibutuhkan untuk membongkar pertahanan rapat lawan.
Keputusan Arsenal untuk tidak memaksakan diri membayar mahal Rogers mungkin terlihat mengecewakan, tetapi jika Williams berhasil direkrut, justru bisa menjadi langkah yang lebih cerdas. Pertanyaannya, akankah Arsenal bergerak cepat sebelum klub lain ikut melirik pemain yang sempat menjadi bintang di Piala Dunia itu? Ataukah mereka akan kembali kehilangan target dan harus puas dengan opsi kedua?



