Atlet Golf Diculik saat Pesta Ultah, Polisi Masih Buru Motif dan Tak Ada Tebusan
Baca dalam 60 detik
- Jesslyn Wijaya Lay, atlet golf putri, diculik di Jakarta Pusat saat perayaan ulang tahun neneknya; polisi belum menerima permintaan tebusan.
- Korban diduga dibawa ke Kuala Lumpur sehari setelah kejadian bersama dua kerabat, memicu spekulasi motif di luar penculikan klasik.
- Pelapor sempat mencabut laporan, namun penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan keselamatan korban dan unsur pidana.

Polisi masih belum menemukan motif di balik dugaan penculikan atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay yang terjadi di Jakarta Pusat pekan lalu. Hingga kini, tidak ada permintaan uang tebusan yang diterima pihak keluarga atau aparat, membuat kasus ini semakin misterius.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengungkapkan bahwa pihaknya masih mempertimbangkan sejumlah kemungkinan motif. "Belum bisa dipastikan, ada beberapa opsi yang kami dalami. Namun, sampai saat ini belum ada informasi soal permintaan tebusan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (21/7).
Peristiwa penculikan terjadi pada Senin (13/7) malam sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita, kawasan Mangga Besar, Sawah Besar. Menurut kuasa hukum keluarga, Andi Darti, korban tiba-tiba ditutup matanya oleh dua pria bertubuh besar, lalu diangkat ke dalam mobil hitam. Jesslyn sempat berteriak dan berusaha melarikan diri, tetapi kembali dipaksa masuk ke kendaraan. Saksi mata menyebut ada sekitar lima pria di lokasi saat kejadian.
Kejanggalan muncul ketika penyelidikan mengungkap bahwa sehari setelah dugaan penculikan, Jesslyn justru meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur bersama dua kerabatnya melalui Semarang pada 14 April. Polisi kini tengah memeriksa kedua kerabat tersebut serta ayah korban untuk mengklarifikasi kronologi. "Kami masih mengundang mereka memberikan keterangan," tambah Roby.
Laporan awal penculikan dibuat oleh teman korban berinisial NA. Namun, secara mengejutkan, NA mengajukan pencabutan laporan secara tertulis pada Minggu (19/7). Meski demikian, polisi menegaskan tidak akan menghentikan penyelidikan. "Kami dari Satreskrim dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak masih terus bekerja hingga bisa memastikan keamanan korban dan apakah peristiwa ini murni pidana," tegas Roby.
Kasus ini menimbulkan tanda tanya besar di publik. Tidak adanya permintaan tebusan dan fakta bahwa korban justru bepergian ke luar negeri sehari setelah kejadian mengindikasikan kemungkinan motif lain, seperti perselisihan pribadi atau bahkan skenario yang direncanakan. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan saksi kunci dan analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Ke depan, aparat harus mampu mengungkap apakah penculikan ini benar-benar tindak kriminal atau sekadar kesalahpahaman yang berujung pada laporan palsu. Masyarakat pun menanti kejelasan nasib Jesslyn dan transparansi proses hukum yang berjalan.



