Ledakan Rumah Mewah di Medan: 7 Orang Jadi Korban, Dua Masih Hilang
Baca dalam 60 detik
- Ledakan dahsyat di perumahan Grand Polonia Medan menewaskan satu orang dan menyebabkan dua lainnya hilang tertimbun reruntuhan.
- Tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi dua korban yang diduga asisten rumah tangga dan pengasuh bayi, dengan bantuan alat berat.
- Dugaan sementara penyebab ledakan adalah kebocoran gas bawah tanah, namun penyelidikan polisi masih berlanjut.

Ledakan hebat yang mengguncang perumahan mewah Grand Polonia di Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7) sore, menyisakan duka dan keprihatinan. Hingga Selasa (21/7) sore, tim SAR gabungan masih berjibaku mengevakuasi dua korban yang belum ditemukan, sementara satu korban dipastikan tewas dan empat lainnya selamat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan, Hery Marantika, mengungkapkan bahwa korban selamat terdiri dari seorang balita bernama Jeavelin (2), seorang sopir bernama Hasan, seorang kurir yang belum teridentifikasi, dan satu orang lainnya. Sementara itu, satu korban meninggal dunia adalah Jesika, istri pemilik rumah, yang ditemukan tertimbun reruntuhan. Dua korban yang masih dalam pencarian adalah Ros, asisten rumah tangga, dan Sinta, pengasuh bayi (baby sitter).
Proses pencarian dua korban yang masih hilang menjadi prioritas utama. Hery menegaskan bahwa tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu, menggunakan metode yang disesuaikan dengan kondisi reruntuhan. Tiga unit ekskavator dan satu unit derek dikerahkan untuk membuka akses menuju titik di mana korban diduga berada. "Kami mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan, namun upaya maksimal terus dilakukan," ujar Hery, Selasa (21/7).
Ledakan yang terjadi di rumah nomor 3B Perumahan Grand Polonia itu tidak hanya meratakan bangunan utama, tetapi juga merusak tiga mobil yang terparkir di depan rumah. Gelombang ledakan yang kuat turut memengaruhi rumah-rumah di sekitarnya, menyebabkan kerusakan pada sisi kiri, kanan, dan depan lokasi kejadian. Peristiwa ini mengguncang kawasan perumahan elite yang biasanya tenang, dan warga sekitar masih dalam keadaan waspada.
Penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian dan tim terkait. Namun, hasil investigasi awal mengarah pada dugaan kebocoran gas dari jaringan pipa bawah tanah di area rumah. Jika terbukti, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeliharaan infrastruktur gas di kawasan pemukiman padat. Kasus serupa pernah terjadi di beberapa kota besar Indonesia, menimbulkan pertanyaan tentang standar keamanan instalasi gas bawah tanah.
Bagi warga Medan, ledakan ini menambah daftar panjang insiden kebocoran gas yang berujung petaka. Kejadian ini juga menyoroti perlunya audit keselamatan berkala terhadap jaringan pipa gas di perumahan, terutama yang berada di bawah tanah dan sulit terpantau. Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah regulasi dan pengawasan yang ada sudah cukup ketat untuk mencegah tragedi serupa terulang?



