Insiden IndiGo di Srinagar: Pesawat Menabrak Tiang Pemandu, Penumpang Selamat
Baca dalam 60 detik
- Pesawat IndiGo dari Navi Mumbai menabrak tiang sistem panduan parkir di Bandara Srinagar, memicu investigasi keselamatan.
- Kejadian ini terjadi sehari setelah penerbangan IndiGo dialihkan ke Muscat karena pilot sakit, menambah sorotan pada protokol keselamatan maskapai.
- Otoritas penerbangan India akan menyelidiki penyebab insiden, sementara operasional bandara tetap normal.

Sebuah pesawat milik maskapai IndiGo yang terbang dari Navi Mumbai menabrak tiang penopang sistem panduan parkir saat akan diparkir di Bandara Srinagar, Jumat pagi. Seluruh penumpang dan awak kabin dilaporkan selamat tanpa cedera, namun insiden ini kembali menyoroti protokol keselamatan penerbangan di India.
Pesawat dengan nomor penerbangan 6E 225 itu sedang diposisikan di Bay No. 6 ketika bagian sayap atau badan pesawat bersentuhan dengan tiang Visual Docking Guidance System (VDGS) sekitar pukul 09.02 waktu setempat. VDGS adalah perangkat yang membantu pilot memarkir pesawat secara presisi di garbarata, dilengkapi layar dan sensor laser atau kamera. Pesawat yang terlibat, berregistrasi VT-NOG, diidentifikasi sebagai Airbus A321-251NX oleh pelacak penerbangan publik.
Setelah kejadian, penumpang dan kru dievakuasi menggunakan tangga manual. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Pihak bandara memastikan operasional penerbangan tidak terganggu; jadwal kedatangan dan keberangkatan tetap berjalan normal. Namun, otoritas belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti tabrakan. Mereka hanya menyatakan akan melakukan penyelidikan sesuai prosedur yang berlaku.
Insiden ini terjadi sehari setelah penerbangan IndiGo lain, rute Doha-Bengaluru, terpaksa dialihkan ke Muscat, Oman, karena pilotnya melaporkan kondisi kesehatan yang menurun. Pesawat 6E 1302 mendarat dengan selamat di Muscat, dan pilot segera mendapat perawatan medis. Maskapai kemudian mengirim pesawat pengganti beserta kru baru untuk melanjutkan perjalanan penumpang ke Bengaluru. Juru bicara IndiGo menyatakan kru tersebut dalam kondisi baik setelah ditangani tim medis.
Dua insiden beruntun ini menimbulkan pertanyaan tentang manajemen keselamatan IndiGo, salah satu maskapai berbiaya rendah terbesar di Asia Selatan. Meski kecelakaan fatal jarang terjadi, kejadian seperti menabrak tiang VDGS bisa menjadi indikasi kelelahan kru, tekanan waktu, atau kurangnya pelatihan prosedur parkir. Bagi pengamat penerbangan, insiden ini mengingatkan pada pentingnya audit keselamatan berkala, terutama di bandara dengan kondisi geografis menantang seperti Srinagar yang berada di lembah Kashmir.
Bagi pembaca di Indonesia, insiden ini relevan mengingat maskapai seperti IndiGo dan Lion Air Group kerap berbagi praktik operasional dan menghadapi tantangan serupa: pertumbuhan lalu lintas udara yang cepat, tekanan biaya rendah, dan kebutuhan akan perawatan infrastruktur bandara. Otoritas penerbangan sipil di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, perlu mencermati bagaimana India menangani investigasi insiden seperti ini. Apakah akan ada sanksi atau perbaikan prosedur? Pengalaman India bisa menjadi pelajaran berharga.
Ke depan, publik menunggu hasil investigasi resmi dari otoritas penerbangan India. Apakah insiden ini akan memicu evaluasi menyeluruh terhadap sistem VDGS di bandara-bandara India, atau hanya dianggap sebagai kejadian terisolasi? Yang jelas, keselamatan penerbangan adalah isu yang tidak bisa ditawar. Maskapai dan regulator harus memastikan bahwa setiap insiden, sekecil apa pun, menjadi bahan introspeksi untuk mencegah kecelakaan yang lebih besar.



