David Raum Rambah Mode: Bek Timnas Jerman Luncurkan Label Vorgrace
Baca dalam 60 detik
- Bek RB Leipzig dan timnas Jerman, David Raum, resmi meluncurkan label fesyen bernama Vorgrace yang didirikan bersama dua rekannya dari Nuremberg.
- Koleksi perdana berupa hoodie, celana, atasan lengan panjang, dan topi baseball ini sudah dipromosikan Raum saat perjalanan timnas Jerman ke Piala Dunia 2026.
- Raum menegaskan label ini bukan sekadar merchandise pribadi, melainkan merek fesyen mandiri dengan konsep 'simplicity with an edge' yang bisa dikenakan semua kalangan.

David Raum, bek kiri RB Leipzig sekaligus pilar timnas Jerman, tak hanya dikenal karena kemampuannya di lapangan hijau. Kini, pemain berusia 27 tahun itu melebarkan sayap ke industri fesyen dengan meluncurkan label pakaian sendiri, Vorgrace, yang ia dirikan bersama dua sahabat dari kampung halamannya di Nuremberg.
Koleksi perdana Vorgrace yang mulai dipasarkan Jumat ini mencakup hoodie, celana, atasan lengan panjang, dan topi baseball dalam jumlah terbatas. Menariknya, Raum sudah lebih dulu 'memperkenalkan' produknya secara diam-diam saat membela Jerman di Piala Dunia 2026. Ia terlihat mengenakan salah satu item Vorgrace dalam perjalanan terbang ke Toronto jelang kemenangan 2-1 atas Pantai Gading.
Gagasan mendirikan label ini, menurut Raum, sudah mengendap sejak dua tahun lalu. "Kami berkumpul dan berkata, 'Ayo buat baju sendiri,'" ujarnya. Meski terlibat dalam proses kreatif dan produksi, Raum bersikukuh bahwa Vorgrace bukanlah perpanjangan dari profil sepak bolanya. "Saya lebih banyak di balik layar. Saya tak ingin menjual merchandise atau merek David Raum," tegasnya.
Filosofi Vorgrace, seperti diungkapkan Raum, adalah "simplicity with an edge" — fesyen sederhana namun punya 'sesuatu' yang khas. "Fesyen yang bisa dipakai siapa saja, dari muda hingga tua," imbuhnya. Langkah ini dinilai sebagai perpanjangan alami dari minat Raum terhadap mode yang selama ini ia tunjukkan lewat tato dan gaya berpakaian di luar lapangan.
Di sisi lain, perhatian Raum akan segera kembali ke lapangan. Ia dijadwalkan bergabung kembali dengan RB Leipzig pekan depan untuk menjalani pramusim. Leipzig sendiri musim lalu finis di posisi ketiga Bundesliga di bawah asuhan Ole Werner. Namun, klub asal Sachsen itu memutuskan berganti pelatih pada musim panas ini dengan menunjuk Martín Demichelis sebagai suksesor. Pelatih asal Argentina itu dituntut mempertahankan konsistensi dan membawa Leipzig kembali bersaing dalam perebutan gelar juara.
Leipzig akan memulai musim kompetitif dengan laga putaran pertama DFB-Pokal melawan Eintracht Trier pada 22 Agustus, disusul laga perdana Bundesliga melawan Borussia Mönchengladbach sepekan kemudian. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, fenomena pesepakbola yang merambah bisnis fesyen bukanlah hal baru — beberapa nama seperti Cristiano Ronaldo (CR7) atau David Beckham telah lebih dulu sukses. Namun, pendekatan Raum yang memilih tetap di belakang layar dan tidak memanfaatkan nama besarnya sebagai pemain menjadi strategi yang patut dicermati. Akankah Vorgrace mampu bertahan di industri fesyen yang kompetitif tanpa mengandalkan popularitas sepak bola? Jawabannya akan terlihat dari respons pasar dalam beberapa bulan ke depan.



