Bremer ke Galatasaray? Juventus Siapkan Tomori dan Todibo sebagai Pengganti
Baca dalam 60 detik
- Galatasaray menawarkan gaji โฌ8 juta per tahun kepada bek Juventus, Gleison Bremer, yang belum memutuskan masa depannya.
- Jika Bremer hengkang, Juventus membidik Fikayo Tomori (AC Milan) dan Jean-Clair Todibo (West Ham) sebagai pengganti.
- Kedatangan Tomori difasilitasi oleh direktur Juventus, Frederic Massara, yang pernah merekrutnya di Milan.

Juventus mulai menyusun rencana darurat di lini pertahanan menyusul tawaran menggiuran dari Galatasaray untuk bek andalan mereka, Gleison Bremer. Klub raksasa Turki itu dikabarkan telah mengajukan kontrak senilai โฌ8 juta per tahun kepada pemain asal Brasil berusia 29 tahun tersebut.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, meskipun Bremer sempat menolak proposal awal, ia tidak sepenuhnya menutup pintu untuk pindah ke Istanbul. Situasi ini memaksa Juventus bersiap kehilangan salah satu pilar pertahanannya, terutama karena kebutuhan finansial klub yang mendesak untuk menjual pemain bintang guna menyeimbangkan neraca keuangan.
Jika Bremer benar-benar pergi, Bianconeri telah menyusun daftar calon pengganti yang mencakup dua nama besar: Fikayo Tomori dari AC Milan dan Jean-Clair Todibo dari West Ham United. Keduanya dinilai memiliki profil yang cocok untuk mengisi kekosongan di jantung pertahanan Juventus.
Tomori memiliki hubungan istimewa dengan direktur anyar Juventus, Frederic Massara. Massara-lah yang membawa bek Inggris itu ke Milan pada 2021, dan keduanya sukses meraih Scudetto musim 2021-22. Keakraban ini bisa menjadi faktor kunci dalam negosiasi potensial.
Sementara itu, Todibo bukanlah nama asing bagi pelatih Juventus, Thiago Motta. Dua tahun lalu, ketika Motta masih menangani tim lain, ia nyaris merekrut Todibo. Kini, dengan West Ham yang terdegradasi dari Premier League, Todibo dikabarkan bisa didapatkan dengan status pinjaman, membuatnya menjadi opsi yang lebih realistis secara finansial.
Keputusan Bremer akan menjadi titik krusial dalam bursa transfer musim panas ini. Juventus, yang tengah berupaya merombak skuad di bawah arahan Thiago Motta, harus bergerak cepat jika ingin mempertahankan daya saing di Serie A dan Eropa. Bagi Galatasaray, merekrut pemain sekaliber Bremer akan menjadi pernyataan ambisi di kancah domestik dan Eropa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana dinamika transfer Eropa melibatkan klub-klub dari liga non-top Eropa seperti Turki. Jika Bremer pindah, hal itu bisa membuka peluang bagi pemain Asia, termasuk potensi ketertarikan klub-klub Turki ke pasar Asia, yang mungkin berdampak pada peluang pemain Indonesia di masa depan.
Pertanyaan besarnya: akankah Bremer tergoda meninggalkan Juventus untuk petualangan baru di Istanbul, atau ia akan bertahan dan memaksa Bianconeri mencari alternatif lain? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah kebijakan transfer Juventus dan Galatasaray.



