Argentina Pulang dengan Kepala Tegak: Enzo Fernandez Bela Tim, Messi Bikin Tanda Tanya
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Chelsea Enzo Fernandez menyatakan kebanggaan membela Argentina meski kalah di final Piala Dunia 2026 dan diusir wasit.
- FIFA membuka penyelidikan atas keributan pasca-pertandingan yang melibatkan beberapa pemain dan asisten pelatih Argentina.
- Kekalahan ini memicu spekulasi soal pensiunnya Lionel Messi dari tim nasional dan masa depan pelatih Lionel Scaloni.

Kekalahan Argentina dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 tidak hanya menyisakan kekecewaan, tetapi juga kontroversi di dalam dan luar lapangan. Gelandang Enzo Fernandez, yang diusir keluar lapangan pada menit-menit akhir waktu normal, justru membela sikap timnya dengan menyatakan bahwa mereka telah mewakili negara dengan cara terbaik.
Fernandez, yang tampil dalam tujuh dari delapan pertandingan Argentina di turnamen tersebut, mendapat kartu kuning kedua karena pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi. Sebelumnya, ia juga diganjar kartu kuning pertama karena protes berlebihan kepada wasit asal Slovenia, Slavko Vincic. Namun, dalam pernyataan di media sosial, pemain Chelsea itu tidak menyinggung kartu merahnya. โSeiring waktu, Anda menyadari ada sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar hasil. Kelompok ini telah mewakili tim dengan cara terbaik selama bertahun-tahun. Ini mengajarkan bahwa bertanding bukan hanya tentang menang, tetapi memberikan segalanya untuk jersey dan tidak pernah menyerah,โ tulis Fernandez.
Pertandingan yang berlangsung di New Jersey itu berakhir dengan skor 1-0 untuk Spanyol setelah perpanjangan waktu. Namun, sorotan justru tertuju pada keributan yang terjadi setelah peluit panjang berbunyi. Sejumlah pemain Argentina, termasuk Nahuel Molina, Leandro Paredes, Thiago Almada, dan asisten pelatih Roberto Ayala, terlibat dalam adu fisik dengan pemain Spanyol yang sedang merayakan kemenangan. Paredes terlihat mendorong leher Eric Garcia, sementara Almada menjatuhkan Gavi ke tanah. Ayala bahkan diduga mencekik Garcia dan memukul Dani Olmo.
FIFA telah membuka penyelidikan resmi atas insiden tersebut. Komite disiplin badan sepak bola dunia itu menunjuk jaksa khusus untuk menilai kejadian dan merekomendasikan sanksi. Pemain atau pelatih yang terlibat bisa menghadapi larangan bertanding, sementara Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) juga berpotensi didenda. Mantan kapten Inggris Alan Shearer mengkritik keras perilaku pemain Argentina. โParedes melayangkan beberapa pukulan ke wajah lawan. Tidak ada tempat untuk itu. Terlalu sering kita melihat hal seperti ini dari Argentina,โ ujarnya. Mantan kiper Inggris Joe Hart menambahkan, โPertandingan sudah selesai, mereka tidak punya alasan. Perilaku menjijikkan.โ
Pelatih Argentina Lionel Scaloni berusaha meredam situasi dalam wawancara pasca-pertandingan. โKami tahu bagaimana menang dengan anggun, dan kami harus tahu bagaimana kalah dengan anggun. Hari ini kami menunjukkan bahwa kami tahu cara kalah,โ katanya. Namun, kekalahan ini memicu spekulasi bahwa Scaloni mungkin akan meninggalkan jabatannya. Media Argentina menyebutnya sebagai akhir dari sebuah era, terutama dengan kondisi Lionel Messi yang menangis di akhir pertandingan dan diyakini tidak akan tampil di Piala Dunia berikutnya. Messi sendiri menulis di media sosial, โRasa sakit ini sangat besar, dan luka ini butuh waktu untuk sembuh. Tapi saya juga memegang semua hal baik.โ
Meski kalah, Argentina tetap disambut ribuan penggemar dalam parade bus terbuka di jalan-jalan Buenos Aires. Scaloni dan 16 dari 26 pemainnya tiba di Bandara Internasional Ezeiza dan disambut karpet merah serta band militer. Namun, Messi tidak ikut serta; ia memilih kembali ke Miami untuk bergabung dengan klubnya, Inter Miami. Pertanyaan besar kini menggantung: apakah ini benar-benar akhir dari perjalanan Messi bersama tim nasional? Dan akankah FIFA menjatuhkan sanksi berat yang bisa mengubah wajah sepak bola Argentina?



