IHSG Tembus 6.200, Asing Justru Gasak Saham Bank
Baca dalam 60 detik
- Net foreign buy hanya Rp93,5 miliar, namun aksi jual asing terkonsentrasi di saham perbankan jumbo.
- BMRI menjadi yang terbesar dilego asing dengan net sell Rp239,1 miliar, diikuti ASII dan ANTM.
- IHSG tetap reli ke 6.231,78 didukung 399 saham menguat, menandakan rotasi sektor dari bank ke non-bank.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan rekor baru dengan menembus level 6.200-an pada perdagangan Senin (20/7/2026), namun di balik reli tersebut, investor asing justru diam-diam membuang saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan, meskipun secara neto investor asing masih membukukan beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp93,5 miliar, aksi jual asing ternyata sangat terpusat. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi sasaran utama dengan net foreign sell mencapai Rp239,1 miliarโangka yang jauh melampaui total beli bersih harian. Artinya, tanpa aksi jual besar di BMRI, net foreign buy bisa jauh lebih tinggi.
Fenomena ini mengindikasikan adanya rotasi portofolio dari sektor perbankan ke sektor lain. Selain BMRI, saham-saham lain yang dilego asing antara lain PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp172,8 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp73,1 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp55,2 miliar, dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp44,4 miliar. Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Emas Antam Tbk (EMAS), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga masuk dalam daftar sepuluh besar net sell.
Bagi investor Indonesia, pola ini patut dicermati. Aksi jual asing di saham bank kerap menjadi sinyal awal koreksi sektor, namun kali ini IHSG tetap perkasa. Artinya, dana asing yang keluar dari perbankan kemungkinan besar dialihkan ke saham-saham lain yang lebih prospektif, seperti komoditas atau konsumer. Hal ini terlihat dari penguatan ANTM dan ASII yang justru masuk daftar jual asingโmenunjukkan adanya perbedaan persepsi antara asing dan lokal.
Pengamat pasar modal menilai, aksi jual asing di BMRI dan BBNI bisa dipicu oleh aksi ambil untung setelah kenaikan signifikan beberapa pekan terakhir. "Investor asing cenderung melakukan rebalancing portofolio menjelang akhir bulan. Saham bank yang sudah naik tinggi menjadi sasaran jual untuk merealisasikan keuntungan," ujar analis dari sebuah sekuritas asing, yang enggan disebut namanya.
Ke depan, pergerakan IHSG akan sangat tergantung pada kemampuan indeks bertahan di atas 6.200. Jika asing terus melepas saham bank, IHSG berpotensi terkoreksi meskipun sektor lain menguat. Pertanyaan besarnya: akankah rotasi ini berlanjut atau hanya aksi jual sesaat?



