Manchester United Incar Manu Kone: Pewaris Baru Paul Pogba di Old Trafford?
Baca dalam 60 detik
- Manchester United masih berburu gelandang bertahan setelah kepergian Casemiro, dengan Manu Kone dari AS Roma menjadi opsi utama.
- Kone, yang dijuluki 'Pogba baru', memiliki kemampuan membawa bola dan menarik pelanggaran yang mirip dengan mantan bintang Prancis tersebut.
- Klub asal Inggris itu telah melakukan kontak dengan agen Kone, namun harus bersaing dengan Liverpool yang juga mengincar pemain berusia 25 tahun itu.

Manchester United belum menyerah mencari pengganti ideal Casemiro di lini tengah, dan nama Manu Kone kini muncul sebagai kandidat terdepan. Gelandang AS Roma berusia 25 tahun itu dianggap memiliki profil yang mirip dengan Paul Pogba, sosok yang masih dikenang di Old Trafford karena kemampuannya memadukan fisik, teknik, dan visi bermain.
Bursa transfer musim panas ini menjadi ujian kesabaran bagi Setan Merah. Setelah Casemiro hengkang, target awal seperti Elliot Anderson dan Mateus Fernandes memilih bergabung ke rival, sementara negosiasi untuk Ederson gagal total. Andrey Santos dan Youri Tielemans memang sudah didatangkan, tetapi keduanya dinilai belum bisa menjadi jawaban jangka panjang. Santos minim menit bermain di Chelsea musim lalu—hanya 13 starter di Premier League—sementara Tielemans lebih berperan sebagai pengatur serangan ketimbang perebut bola tangguh.
Kebutuhan akan gelandang bertahan yang kuat menjadi kian mendesak setelah Manuel Ugarte mengalami cedera ACL parah saat Piala Dunia. Pemain asal Uruguay itu dipastikan absen panjang, membuat United hanya memiliki Bruno Fernandes, Kobbie Mainoo, dan Casemiro (sebelum pergi) sebagai opsi andalan musim lalu. Situasi ini memaksa manajemen untuk memutar otak mencari sosok yang bisa memenangi duel dan memutus serangan lawan.
Manu Kone muncul sebagai solusi yang paling realistis. Menurut jurnalis transfer Fabrizio Romano, Manchester United telah mengadakan pembicaraan dengan agen pemain tersebut. Nilai transfernya diperkirakan mencapai £51 juta—angka yang terbilang wajar di tengah inflasi harga pemain musim panas ini. Ketertarikan Liverpool pun menambah persaingan, namun United optimistis bisa memenangi perburuan.
Apa yang membuat Kone begitu istimewa? Mantan bek United, Rio Ferdinand, menyebutnya sebagai "gelandang terbaik Prancis" saat Piala Dunia lalu. Postur 6 kaki 1 inci memberinya keunggulan fisik, namun kemampuannya membawa bola dan menarik pelanggaranlah yang membuatnya dianggap mirip Pogba. Musim lalu di Serie A, ia mencatatkan 1,06 dribel sukses dan 1,94 pelanggaran diraih per 90 menit—angka yang menempatkannya di jajaran elit gelandang Eropa.
Menariknya, Kone sendiri mengaku mengidolakan Pogba. Dalam wawancara tahun lalu, ia mengatakan, "Saya memiliki dua pemain favorit. Yang pertama adalah Pogba, apa yang ia lakukan di Juventus dan bersama Prancis sungguh luar biasa. Ia adalah salah satu idola saya, seperti Yaya Toure. Saya pikir untuk kualitas dan gaya bermain saya, saya bisa sedikit dibandingkan dengan mereka." Pengakuan ini memperkuat narasi bahwa Kone bukan sekadar pemain bertahan, melainkan gelandang serba bisa yang bisa menjadi poros permainan.
Bagi Manchester United, mendatangkan Kone bukan hanya soal menggantikan Casemiro, tetapi juga membangun kembali identitas lini tengah yang tangguh. Dengan kombinasi Tielemans sebagai pengatur serangan dan Kone sebagai perebut bola, Carrick bisa memiliki opsi taktik yang lebih fleksibel. Namun, tantangan terbesar adalah meyakinkan Roma untuk melepas pemain yang masih memiliki kontrak panjang. Akankah United akhirnya mendapatkan 'Pogba baru' yang mereka dambakan, atau justru harus kembali ke papan gambar?



