Shakira: Lagu Piala Dunia Jadi Pemersatu di Tengah Perpecahan Global
Baca dalam 60 detik
- Shakira mengaku bangga lagu 'Dai Dai' ciptaannya bersama Burna Boy sukses menyatukan penggemar di Piala Dunia 2022.
- Penyanyi asal Kolombia itu menilai turnamen sepak bola merupakan momen langka yang mampu merangkul perbedaan di dunia.
- Di balik kesuksesannya, Shakira sempat mempertimbangkan pensiun dari industri musik beberapa tahun lalu.

Shakira kembali membuktikan bahwa musik dan sepak bola adalah paduan yang sulit dipisahkan. Pelantun 'Waka Waka' itu mengaku bangga dengan kontribusinya pada Piala Dunia, terutama lewat lagu 'Dai Dai' yang menjadi soundtrack resmi turnamen di Qatar. Menurutnya, reaksi positif dari para penggemar di seluruh dunia membuktikan bahwa olahraga masih menjadi alat pemersatu yang kuat.
Dalam wawancara dengan People, penyanyi berusia 49 tahun itu mengungkapkan kegembiraannya melihat bagaimana 'Dai Dai'โyang ia garap bersama musisi asal Nigeria, Burna Boyโmampu membawa orang-orang dari berbagai latar belakang untuk berdansa dan merayakan bersama. "Saya suka melihat reaksi terhadap lagu ini, bagaimana orang-orang melakukan koreografi dan merayakannya bersama," ujarnya.
Shakira bukanlah nama baru dalam dunia anthem Piala Dunia. Sebelumnya, pada 2010, ia melambungkan 'Waka Waka (This Time for Africa)' yang menjadi salah satu lagu paling ikonik dalam sejarah turnamen. Kini, ia kembali menegaskan keyakinannya bahwa sepak bola memiliki kekuatan untuk menjembatani perpecahan. "Dunia mungkin sangat terpecah belah saat ini, tetapi Piala Dunia adalah salah satu momen langka di mana semua orang benar-benar bersatu dan berkumpul di sekitar passion yang sama," kata Shakira.
Bagi publik Indonesia, di mana sepak bola memiliki basis penggemar yang fanatik, pesan Shakira terasa relevan. Di tengah polarisasi politik dan sosial yang kerap memanas, momen seperti Piala Dunia sering menjadi ajang peleburan identitas. Lagu-lagu Shakira, dengan ritme yang enerjik dan lirik yang mengajak bersukacita, menjadi semacam soundtrack kebersamaan yang melampaui batas negara.
Di balik sorotan panggung, Shakira juga berbagi sisi personal yang jarang terungkap. Dalam wawancara terpisah dengan Vogue, ia mengakui bahwa beberapa tahun lalu ia nyaris meninggalkan dunia musik. "Saya siap membeli peternakan, memelihara hewan, dan pensiun dari musik. Tapi ketika saya melihat ke belakang, saya berpikir, 'Betapa gilanya itu?' Saya masih memiliki banyak hal untuk dikatakan dan dilakukan," ungkapnya. Pengakuan ini menunjukkan bahwa bahkan seorang superstar sekaliber Shakira pun pernah meragukan jalannya.
Kedekatan Shakira dengan sepak bola juga tak lepas dari hubungan masa lalunya dengan mantan bintang Barcelona, Gerard Piquรฉ. Dari pernikahan yang kandas itu, ia memiliki dua putra, Milan (13) dan Sasha (11). Meski telah berpisah, Shakira tetap menganggap para penggemarnya sebagai keluarga besar. "Saat saya tampil, saya tidak hanya melakukannya di depan 'penonton'. Saya melakukannya dikelilingi oleh keluarga saya. Para penggemar yang telah lama mendengarkan musik saya... mereka benar-benar memahami saya, dan mereka juga tahu kekurangan saya. Mereka tidak menghakimi," tuturnya.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah: akankah Shakira kembali menciptakan lagu untuk Piala Dunia mendatang? Dengan dua anthem sukses di tangannya, bukan tidak mungkin ia akan kembali dipercaya. Namun, yang lebih menarik adalah bagaimana ia terus menemukan cara untuk tetap relevan dan menyentuh hati pendengarnya, bahkan setelah lebih dari dua dekade berkarier.



