Konsolidasi BUMN: Prabowo Targetkan 700 Entitas Ditutup Akhir 2026
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo mengungkapkan program Danantara telah menutup 250 BUMN hingga Juli 2026, dengan target total 700 entitas pada akhir tahun.
- Jumlah BUMN yang mencapai 1.077 dinilai tidak efisien karena banyak anak dan cucu perusahaan; target akhir hanya 350 entitas.
- Langkah ini merupakan bagian dari transformasi BUMN di bawah Danantara yang mengelola aset lebih dari US$1 triliun.

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa program konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dijalankan oleh Danantara Indonesia telah berhasil memangkas 250 entitas pelat merah hingga akhir Juli 2026. Angka ini diproyeksikan melonjak signifikan menjadi sekitar 700 BUMN yang akan ditutup, digabung, atau direstrukturisasi hingga penghujung tahun ini.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026), Prabowo mengungkapkan keterkejutannya saat pertama kali mengetahui jumlah BUMN yang mencapai 1.077 setelah dilantik. Sebagai mantan menteri di era Presiden Joko Widodo, ia mengira jumlahnya hanya sekitar 300โ350 perusahaan. "Saya kaget waktu jadi presiden diberi laporan BUMN itu jumlahnya 1.077," ujarnya.
Menurut Prabowo, membengkaknya jumlah entitas disebabkan oleh praktik pembentukan anak, cucu, hingga cicit perusahaan oleh BUMN induk. Struktur yang rumit ini dinilai membuat pengelolaan tidak efisien dan sulit diawasi. Oleh karena itu, Danantara yang dibentuk pada Februari 2025 diberi mandat untuk melakukan konsolidasi besar-besaran.
Prabowo memberikan apresiasi kepada jajaran Danantara yang dalam 18 bulan pertama berhasil mengurangi jumlah BUMN secara signifikan. Ia bahkan menyebut capaian ini langka di dunia, seraya menunjuk Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. "Mana ada negara yang menutup state-owned enterprise setahun 250," katanya.
Bagi Indonesia, langkah ini memiliki implikasi besar. Konsolidasi BUMN diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi beban fiskal, dan memperkuat daya saing perusahaan negara. Investor dan pelaku pasar akan mencermati dampaknya terhadap sektor-sektor strategis seperti energi, infrastruktur, dan perbankan. Selain itu, pengelolaan aset senilai lebih dari US$1 triliun oleh Danantara menempatkan lembaga ini sebagai pemain kunci dalam perekonomian nasional.
Prabowo menegaskan bahwa target akhir program adalah menyisakan maksimal 350 BUMN dari sebelumnya 1.077. "Berarti di akhir 2026 mungkin 700 BUMN yang akan kita tutup, kita merger, kita konsolidasikan," jelasnya. Pertanyaannya, seberapa cepat realisasi target ini dan apakah dampaknya akan langsung terasa bagi perekonomian Indonesia?



