IHSG Tembus 6.200, Sektor Perbankan Jadi Motor Utama
Baca dalam 60 detik
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1,14% ke level 6.245,98 pada perdagangan Senin pagi, didorong aksi beli di hampir seluruh sektor.
- Saham perbankan jumbo seperti BBRI dan BBCA menjadi kontributor utama kenaikan, menyumbang total lebih dari 22 poin.
- Optimisme menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia pekan ini menjadi katalis positif, meski risiko geopolitik global masih membayangi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan dengan lonjakan signifikan, menembus level psikologis 6.200 pada perdagangan Senin (20/7/2026) pagi. Pada pukul 09.13 WIB, indeks tercatat di posisi 6.245,98, menguat 70,45 poin atau 1,14% dari penutupan akhir pekan lalu.
Kenaikan ini didorong oleh aksi beli yang merata di seluruh sektor, dengan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi motor utama. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 14,0 poin, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 8,83 poin, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) 4,61 poin, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 2,45 poin. Secara keseluruhan, 385 saham tercatat menguat, 149 saham melemah, dan 431 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,93 triliun.
Secara sektoral, seluruh indeks sektor berada di zona hijau. Sektor properti memimpin dengan kenaikan 1,48%, diikuti utilitas dan bahan baku yang masing-masing naik 0,89%, serta sektor finansial yang menguat 0,72%. Penguatan ini menunjukkan optimisme investor yang meluas, tidak hanya terpusat pada saham blue chip.
Sentimen positif pasar tidak lepas dari antisipasi keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan pekan ini. Konsensus pasar memperkirakan BI akan mempertahankan BI Rate di level 5,75%, seiring dengan stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi yang terkendali. Keputusan ini dinilai krusial karena dapat memberikan sinyal mengenai arah kebijakan moneter ke depan, terutama di tengah ketidakpastian global.
Selain faktor domestik, pelaku pasar juga mencermati kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, seperti People's Bank of China (PBoC) dan European Central Bank (ECB). Namun, risiko dari konflik geopolitik di Timur Tengah masih menjadi bayang-bayang yang dapat memicu volatilitas. Meski demikian, laju IHSG pagi ini hanya sedikit tertahan oleh pelemahan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang memangkas indeks 2,44 poin, serta beberapa saham lain seperti MLPT, BINA, APIC, dan ARKO.
Dengan momentum penguatan yang solid, pertanyaan selanjutnya adalah apakah IHSG mampu bertahan di atas level 6.200 hingga akhir pekan, atau justru akan terkoreksi jika hasil rapat BI tidak sesuai ekspektasi pasar.



