Ledakan Balon Gas di Perayaan Hari Koperasi Klungkung: 11 Luka Bakar, Diduga Akibat Kelalaian
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 11 orang mengalami luka bakar setelah balon gas meledak saat peringatan Hari Koperasi di Klungkung, Bali.
- Ledakan dipicu penggunaan korek api untuk memotong tali balon yang membawa banner terlalu berat, menyulut gas.
- Polisi masih mendata korban dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Ledakan balon gas saat peringatan 79 tahun Hari Koperasi di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Klungkung, Bali, Minggu (19/7) sekitar pukul 11.00 WITA, mengakibatkan 11 orang mengalami luka bakar. Peristiwa ini menyoroti bahaya penanganan balon gas yang tidak sesuai prosedur di tengah keramaian.
Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa mengungkapkan, kejadian bermula saat balon gas yang dipasangi banner pembukaan tidak mampu terbang karena beban terlalu berat. Seorang warga kemudian berinisiatif membagikan balon tersebut kepada anak-anak di lokasi. Namun, saat hendak melepaskan tali pengikat, ia menggunakan korek api untuk membakar tali yang masih tersambung dengan balon. Tindakan itu menyebabkan gas di dalam balon tersulut api dan meledak, mengenai warga dan anak-anak di sekitarnya.
"Akibat peristiwa tersebut, 11 orang warga mengalami luka bakar dan segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD Klungkung," ujar Iptu Purnawibawa, Senin (20/7). Para korban terdiri dari orang dewasa dan anak-anak yang berada di sekitar lokasi. Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendataan terhadap korban dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya prosedur keselamatan dalam penggunaan balon gas, terutama di acara publik. Balon gas berisi hidrogen atau helium sangat mudah terbakar jika terkena api. Di Indonesia, kasus serupa pernah terjadi di berbagai daerah, seperti ledakan balon gas di acara pernikahan atau festival yang menyebabkan korban luka bakar. Pemerintah daerah dan penyelenggara acara diharapkan lebih ketat dalam mengawasi penggunaan balon gas, termasuk memastikan tidak ada sumber api di dekatnya.
Menurut pengamat keselamatan publik, penggunaan korek api atau benda panas di dekat balon gas adalah tindakan berisiko tinggi yang seharusnya dihindari. Pelatihan dasar penanganan balon gas bagi petugas acara dapat mencegah kecelakaan serupa. Sementara itu, pihak kepolisian Klungkung mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan memotong tali balon dengan api dan selalu mengikuti petunjuk keselamatan.
Ke depan, perlu ada regulasi yang lebih jelas tentang penggunaan balon gas di ruang publik, termasuk sanksi bagi pelanggar. Pertanyaannya, akankah insiden ini mendorong pemerintah daerah untuk menerapkan aturan yang lebih ketat, atau justru terulang kembali di acara-acara lain?



