SpaceX Kembali Tunda Peluncuran Starship, Elon Musk Beri Sinyal Berbeda
Baca dalam 60 detik
- SpaceX menunda peluncuran Starship ke 23 Juli setelah pembatalan detik-detik terakhir pada 16 Juli yang memangkas kapitalisasi pasar US$100 miliar.
- CEO Elon Musk justru menyebut jadwal peluncuran pada 25 Juli, menimbulkan kebingungan di tengah upaya SpaceX memperbaiki sistem propulsi.
- Uji terbang ke-13 akan membawa 20 satelit Starlink yang direncanakan hancur di atmosfer, sebagai langkah menuju peluncuran satelit operasional tahun ini.

SpaceX kembali menggeser jadwal peluncuran roket raksasa Starship, kali ini menargetkan Kamis, 23 Juli, setelah upaya sebelumnya gagal pada menit-menit akhir. Namun, pernyataan resmi perusahaan itu langsung dibantah oleh CEO Elon Musk yang menyebut peluncuran justru akan dilakukan pada Jumat, 25 Juli, melalui unggahan di platform X.
Ketidakselarasan antara pernyataan perusahaan dan pendirinya ini menambah drama di balik program pengembangan roket termahal SpaceX yang telah menelan biaya US$15 miliar. Sebelumnya, pada 16 Juli, Starship mengalami pembatalan otomatis sesaat sebelum lepas landas dalam uji terbang ke-13 di Texas. Insiden tersebut memicu aksi jual saham yang menghapus sekitar US$100 miliar dari nilai pasar perusahaan.
SpaceX mengklaim telah memodifikasi sistem propulsi Starship untuk mengatasi masalah mesin yang terdeteksi pada percobaan sebelumnya. Namun, penundaan semacam ini bukanlah hal baru bagi program yang dikenal dengan uji coba spektakuler dan kegagalan eksplosif. Dari 12 uji terbang yang dilakukan sejak 2023, beberapa di antaranya berakhir dengan ledakan.
Uji terbang ke-13 ini memiliki misi khusus: membawa 20 satelit Starlink untuk mendemonstrasikan sistem penyebaran satelit dan tautan komunikasi laser. Meski demikian, satelit-satelit tersebut akan mengikuti lintasan suborbital Starship dan diperkirakan hancur saat memasuki atmosfer Bumi. Langkah ini merupakan batu loncatan menuju rencana SpaceX meluncurkan satelit Starlink operasional ke orbit menggunakan Starship pada akhir tahun ini, seperti tertera dalam prospektus perusahaan.
Bagi Indonesia, perkembangan Starship memiliki implikasi strategis. Keberhasilan Starship dapat mempercepat penyediaan internet satelit Starlink di wilayah terpencil Nusantara, yang saat ini masih bergantung pada infrastruktur terestrial. Namun, penundaan berulang kali menimbulkan pertanyaan tentang keandalan roket tersebut untuk misi komersial. Pemerintah Indonesia, yang tengah mendorong konektivitas digital, perlu mencermati jadwal ini karena potensi keterlambatan layanan Starlink di dalam negeri.
Menurut analis antariksa, setiap kegagalan Starship tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga menguji kesabaran investor dan mitra komersial. โSpaceX berada di bawah tekanan untuk menunjukkan bahwa Starship dapat beroperasi secara andal, terutama setelah kegagalan terakhir yang memicu kerugian besar,โ ujar seorang pengamat industri. Sementara itu, kontradiksi jadwal antara Musk dan timnya menimbulkan spekulasi tentang manajemen internal perusahaan.
Ke depan, pertanyaan kunci adalah apakah SpaceX mampu mempertahankan momentum pengembangan di tengah ketidakpastian jadwal dan tekanan pasar. Dengan target ambisius untuk menjadikan Starship sebagai tulang punggung misi ke Bulan dan Mars, setiap penundaan semakin menguji kredibilitas perusahaan. Mampukah SpaceX mewujudkan janji peluncuran satelit operasional tahun ini, atau akankah kita kembali menyaksikan episode penundaan berikutnya?



