AMD Caplok Pasar AI Server: Investasi Rp78 Triliun di Anthropic, Saingi Nvidia
Baca dalam 60 detik
- AMD menggelontorkan hingga US$5 miliar untuk Anthropic dan menjual server AI senilai puluhan miliar dolar, mengancam dominasi Nvidia.
- Kesepakatan ini memastikan pasokan chip Instinct MI450 bagi pengembang Claude, sekaligus memperkuat ekosistem komputasi AI AMD.
- Langkah ini berpotensi mengubah peta persaingan penyedia infrastruktur AI global, termasuk dampak pada rantai pasok chip ke Indonesia.

Advanced Micro Devices (AMD) mengumumkan kemitraan strategis dengan startup AI Anthropic, pengembang model bahasa Claude, yang mencakup penjualan server AI senilai puluhan miliar dolar dan investasi langsung hingga US$5 miliar. Langkah ini menjadi batu loncatan AMD untuk merebut pangsa pasar infrastruktur AI yang selama ini dikuasai Nvidia.
Dalam kesepakatan yang diumumkan Rabu (11/6/2026), Anthropic berkomitmen membeli hingga dua gigawatt daya komputasi dari chip Instinct MI450 terbaru AMD, dengan pengiriman dimulai paruh pertama 2027. Sebagai perbandingan, satu gigawatt setara dengan daya listrik untuk 750.000 rumah di Amerika Serikat, dan menurut eksekutif AMD, nilainya bisa mencapai puluhan miliar dolar. Investasi AMD di Anthropic akan dicairkan secara bertahap berdasarkan pencapaian target penyebaran infrastruktur tertentu.
Kesepakatan ini merupakan contoh terbaru dari tren "circular deal" di industri AI, di mana produsen chip menanamkan modal pada perusahaan AI yang juga menjadi pelanggan utama mereka. Sebelumnya, Nvidia dikabarkan tengah bernegosiasi untuk menginvestasikan US$30 miliar di OpenAI, pencipta ChatGPT. AMD sendiri pada Oktober lalu telah menandatangani perjanjian multi-tahun dengan OpenAI yang bernilai puluhan miliar dolar per tahun, plus opsi bagi OpenAI untuk membeli hingga 10% saham AMD.
Bagi Anthropic, akses ke daya komputasi menjadi kunci untuk mempertahankan posisi Claude sebagai model AI terdepan. "Akses ke komputasi adalah pusat dari upaya menjaga Claude tetap di garis depan dan memenuhi permintaan pelanggan kami," ujar Tom Brown, salah satu pendiri sekaligus kepala komputasi Anthropic. Startup ini sebelumnya telah menyewa penuh kapasitas fasilitas Colossus 1 milik SpaceX di Memphis yang berisi lebih dari 220.000 prosesor Nvidia, menambah 300 megawatt kapasitas baru pada Mei lalu.
Di bawah kesepakatan dengan AMD, Anthropic akan menggunakan sebagian chip di pusat datanya sendiri, dan menyewa kapasitas tambahan melalui penyedia cloud serta perusahaan AI cloud baru, seperti dilaporkan Wall Street Journal. AMD juga disebut-sebut siap menjadi penjamin finansial untuk sewa pusat data Anthropic di masa depan.
Langkah AMD ini memiliki implikasi bagi Indonesia, yang tengah gencar mengembangkan ekosistem AI dan pusat data. Dengan semakin beragamnya pemasok chip AI, Indonesia memiliki lebih banyak opsi untuk menjalin kemitraan teknologi, tidak lagi bergantung pada satu vendor. Namun, investasi besar-besaran seperti ini juga menandakan bahwa biaya infrastruktur AI akan terus melonjak, yang bisa berdampak pada harga layanan AI di pasar domestik. Pemerintah Indonesia perlu mencermati dinamika ini untuk merumuskan kebijakan yang mendorong adopsi AI tanpa membebani pelaku usaha lokal.
Ke depan, persaingan antara AMD dan Nvidia diprediksi semakin sengit. Dengan portofolio pelanggan yang kini mencakup OpenAI dan Anthropic, AMD berpotensi menggeser dominasi Nvidia di segmen server AI. Pertanyaannya, mampukah AMD menjaga momentum produksi dan keandalan chip di tengah permintaan yang melonjak? Ataukah Nvidia akan kembali unggul dengan inovasi arsitektur berikutnya? Jawabannya akan menentukan arah industri AI global dalam beberapa tahun ke depan.



