Ben Duckett Bantai India di Lord's, Inggris Rebut Seri ODI Perdana Sejak 2018
Baca dalam 60 detik
- Inggris mengalahkan India dengan selisih 27 run di Lord's, memastikan kemenangan seri ODI 2-1 โ pertama kalinya sejak 2018 mereka menaklukkan tim peringkat satu dunia.
- Pembuka Ben Duckett mencatat rekor skor individu tertinggi di Lord's (141) dalam sejarah ODI, melewati catatan legenda Viv Richards.
- Kekalahan ini menambah daftar kegagalan India di tur Inggris setelah sebelumnya kalah di dua seri T20 melawan Irlandia dan Inggris.

Ben Duckett menorehkan namanya dalam buku sejarah Lord's dengan skor 141 run โ angka tertinggi yang pernah dicetak dalam satu inning ODI di stadion legendaris tersebut โ sekaligus mengantar Inggris menang 27 run atas India pada Minggu (19/7). Kemenangan ini memastikan Inggris merebut seri bilateral 2-1, sebuah pencapaian yang terakhir kali mereka raih melawan tim peringkat satu dunia pada 2018.
Duckett, yang memecahkan rekor Sir Viv Richards (138 not out pada final Piala Dunia 1979), menjadi fondasi total kolosal 387-3 dalam 50 over. Ia membuka bersama Jacob Bethell (91) dengan kemitraan 192 run โ tertinggi Inggris melawan India di ODI. Joe Root, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik seri, melanjutkan performa konsistennya dengan 74 not out, sementara kapten Jos Buttler melesat tak terkalahkan 41 dari 13 bola. Inggris pun mencatat total tertinggi mereka di Lord's dalam format ODI.
India bukannya tanpa perlawanan. Rohit Sharma, yang sempat diragukan masa depannya di tim utama, membungkam kritik dengan 138 run dari 110 bola โ hundred ke-34 dalam karier ODI-nya. Bersama Shubman Gill (77), ia membangun kemitraan 147 run untuk wicket pertama. Namun, setelah Rohit tumbang oleh spin lambat Bethell, laju India mulai tersendat. Sam Curran kemudian menghancurkan harapan India dengan tiga wicket beruntun dalam tujuh bola, termasuk menyingkirkan Ishan Kishan, Shreyas Iyer, dan Virat Kohli (74).
Kapten India Shubman Gill mengakui kelemahan timnya di akhir inning. "Kami kebobolan terlalu banyak run di tiga over terakhir โ sekitar 60 run. Di situlah pertandingan menjauh dari kami," ujarnya. Tanpa Jasprit Bumrah yang cedera lutut, lini bowling India tampil buruk. Gurnoor Brar mencatat angka 0-97 dalam 10 over โ termahal bagi India melawan Inggris di ODI โ sementara Prince Yadav melepaskan tujuh wide dan finis 1-79.
Kekalahan ini melengkapi tur putih-bola yang mengecewakan bagi India. Sebelumnya, mereka juga kalah dalam dua seri T20 melawan Irlandia dan Inggris. Bagi Inggris, kemenangan ini menjadi bukti kebangkitan setelah melalui 12-18 bulan penuh kritik. "Kami telah menunjukkan kemampuan kami. Sekarang kami harus konsisten ke depannya," tegas Duckett.
Pertanyaan kini mengemuka: mampukah India bangkit kembali di seri berikutnya, atau justru semakin terpuruk? Sementara Inggris, dengan fondasi batting kokoh dan bowling yang mulai tajam, tampil sebagai ancaman serius di pentas ODI global.



