Hamilton Bebas dari Kesalahan Usai Tabrak Mekanik Ferrari di Pit Stop GP Belgia
Baca dalam 60 detik
- Lewis Hamilton dinyatakan tidak bersalah setelah mobilnya menabrak mekanik Ferrari saat pit stop Grand Prix Belgia, dengan steward F1 menyalahkan komunikasi tim yang buruk.
- Ferrari didenda 30.000 euro, dengan 10.000 euro ditangguhkan, karena melepaskan mobil secara tidak aman akibat instruksi penyesuaian sayap yang terlambat.
- Insiden ini mengingatkan pada kecelakaan serupa tahun 2018 yang melibatkan Kimi Raikkonen, menyoroti risiko keselamatan di pit stop F1.

Lewis Hamilton terbebas dari sanksi setelah mobilnya menabrak seorang mekanik Ferrari saat pit stop Grand Prix Belgia, Minggu (19/7). Insiden yang terjadi di Sirkuit Spa-Francorchamps itu berakhir dengan denda 30.000 euro bagi tim asal Italia tersebut, dengan 10.000 euro ditangguhkan selama satu tahun.
Kronologi bermula saat Hamilton menjalani pit stop yang kacau. Ia sebelumnya harus menjalani penalti lima detik akibat bertabrakan dengan George Russell dari Mercedes. Saat mekanik mengganti ban, Hamilton juga meminta penyesuaian sayap depan. Namun, saat mekanik melangkah maju untuk mengubah setelan, pergantian ban selesai dan dongkrak diturunkan. Lampu hijau menyala, dan roda depan Hamilton pun menabrak mekanik tersebut.
Dalam sidang setelah balapan, steward F1 menyatakan bahwa Ferrari mengakui pelepasan yang tidak aman. Kesalahan itu disebabkan oleh "instruksi penyesuaian sayap yang terlambat, kurangnya komunikasi yang jelas, dan kegagalan mekanik untuk melihat lampu hijau." Hamilton tidak dihukum karena ia "tidak bersalah sama sekali" dan justru dirugikan dengan berhenti segera untuk memastikan mekanik aman.
Hamilton mengaku lega karena mekanik tidak cedera serius. "Saya bersyukur mekanik saya tidak terluka," ujarnya. "Saya melihat lampu, dan saya harus pergi saat mobil diturunkan. Saya pergi, lalu melihatnya di kanan dan berhenti secepat mungkin." Ia juga mengingat kecelakaan Raikkonen pada 2018 yang menyebabkan patah kaki ganda pada mekanik Ferrari. "Yang terpikir saat itu adalah ketika Kimi (Raikkonen) melukai kaki, dan saya pikir itu yang terjadi, tapi dia bangun dan bergerak."
Insiden ini menjadi pengingat akan risiko tinggi di pit stop F1, di mana kecepatan dan koordinasi tim sangat diuji. Bagi Indonesia, meski tidak terlibat langsung, kejadian ini relevan mengingat antusiasme penggemar F1 di Tanah Air yang terus tumbuh. Keselamatan mekanik menjadi sorotan, terutama dengan semakin ketatnya regulasi pit stop. Kedepan, tim-tim F1 kemungkinan akan memperketat prosedur komunikasi untuk menghindari kecelakaan serupa. Apakah denda ini cukup untuk mencegah insiden di masa depan? Atau perlu aturan yang lebih keras?



