Lando Norris Kena Penalti 10 Posisi di GP Belgia, McLaren Pilih Spa Demi Upgrade
Baca dalam 60 detik
- Pembalap McLaren Lando Norris akan memulai GP Belgia dari posisi lebih belakang akibat penggunaan unit elektronik daya keempat musim ini.
- Keputusan strategis ini diambil agar tim bisa memanfaatkan perbaikan keandalan mesin Mercedes tanpa mengorbankan performa di Hungaria.
- Insiden ini menyoroti tantangan keandalan yang dihadapi tim-tim bermesin Mercedes, termasuk McLaren, sepanjang musim 2025.

Lando Norris harus menerima kenyataan pahit di Grand Prix Belgia akhir pekan ini. Pembalap McLaren itu dijatuhi penalti turun 10 posisi di grid karena timnya melampaui batas pemakaian komponen mesin yang diizinkan. Keputusan ini diambil setelah McLaren memutuskan memasang unit elektronik daya keempat pada mobil Norris, satu unit lebih banyak dari ketentuan regulasi Formula 1 musim 2025.
Unit elektronik daya, yang berfungsi sebagai pengendali baterai mobil, telah menjadi sumber masalah bagi tim-tim yang menggunakan pemasok mesin Mercedes musim ini. Beberapa kali kegagalan komponen ini membuat McLaren dan tim lainnya harus berganti unit di luar jadwal. Norris sendiri gagal start di GP China Maret lalu karena masalah serupa, dan unit cadangannya juga bermasalah saat latihan di Jepang serta Monako.
McLaren memilih GP Belgia sebagai ajang 'membayar' penalti karena karakter sirkuit Spa-Francorchamps yang memudahkan overtaking. "Kami sengaja mengambil penalti di sini karena menyalip relatif mudah, dan ini balapan terakhir sebelum jeda musim panas," demikian pernyataan resmi McLaren. Tim asal Woking itu berencana membawa paket upgrade aerodinamika besar pada GP Hongaria dan Belanda setelah libur musim panas, yang diharapkan mengembalikan daya saing mereka.
Keputusan ini juga dipengaruhi oleh performa McLaren yang mulai tertinggal dari tiga tim teratas lainnya. Setelah rival-rival mereka membawa upgrade signifikan, McLaren kini berada di posisi keempat dalam hierarki kekuatan. Tim berharap paket aerodinamika baru yang akan diperkenalkan di Hongaria dan Belanda bisa mengembalikan mereka ke papan atas. "Kami lebih baik kalah di Spa yang mudah menyalip daripada mengorbankan Hongaria yang terkenal sulit untuk overtaking," tambah pernyataan tersebut.
Menariknya, McLaren juga akan menggunakan sayap belakang baru di Spa dengan desain konvensional, berbeda dengan model 'somersault' yang diperkenalkan Ferrari dan Red Bull musim ini. Red Bull sendiri terpaksa kembali ke sayap konvensional setelah Max Verstappen mengalami dua kecelakaan berkecepatan tinggi akibat masalah desain sayap sebelumnya.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, perkembangan ini menambah drama persaingan musim 2025 yang semakin ketat. Dengan Norris yang start dari posisi belakang, peluangnya untuk naik podium di Spa menjadi tipis. Namun, jika upgrade McLaren berhasil, persaingan di paruh kedua musim bisa berubah drastis. Akankah strategi berani McLaren ini membuahkan hasil, atau justru membuat mereka semakin tertinggal dari Red Bull dan Ferrari? Hanya waktu yang akan menjawab.



