Hamilton: Upgrade Mesin Ferrari di Monza Hanya Langkah Kecil Menuju Kemenangan
Baca dalam 60 detik
- Lewis Hamilton menilai peningkatan mesin Ferrari untuk GP Italia merupakan kemajuan, tetapi belum cukup untuk menutup defisit kecepatan di lintasan lurus.
- Kimi Antonelli akan memulai balapan dari posisi belakang akibat penalti grid, memberi peluang bagi Ferrari untuk meraih kemenangan kandang di Monza.
- Hamilton tiba di Monza dengan Ferrari F40 langka bernomor mesin 44, yang dianggapnya sebagai takdir terkait nomor balapnya.

Lewis Hamilton menegaskan bahwa peningkatan mesin Ferrari untuk Grand Prix Italia akhir pekan ini hanyalah "langkah maju, tetapi bukan seluruh yang kami butuhkan". Pernyataan tersebut muncul di tengah tekanan besar bagi tim asal Maranello untuk tampil impresif di kandang sendiri, sekaligus menjawab kritik atas ketertinggalan mereka di lintasan lurus sepanjang musim ini.
Ferrari memanfaatkan momen balapan di Monza untuk memperkenalkan upgrade kedua dari dua peningkatan yang diizinkan regulasi tahun ini. Langkah ini diambil untuk memperbaiki performa mobil yang sebenarnya sudah kompetitif di tikungan, namun masih kehilangan sekitar 0,4 detik per lap di sektor lurus dibandingkan rival terdekat. Hamilton mengakui bahwa defisit tersebut telah menjadi beban sejak awal musim, tetapi ia optimistis dengan potensi yang dimiliki timnya.
"Kami tahu ini bukan solusi total, tapi ini adalah kemajuan. Saya sangat percaya kami punya kemampuan untuk menang," ujar Hamilton. Pembalap asal Inggris itu juga menyoroti pentingnya kerja sama tim yang solid sejak awal balapan untuk bisa bersaing di depan. Ia menyebut kemenangan di Monza bersama Ferrari akan menjadi pencapaian bersejarah, terutama karena belum pernah ada pembalap Ferrari yang menang di sirkuit tersebut sejak ia bergabung.
Peluang Ferrari untuk meraih kemenangan kandang semakin terbuka setelah Kimi Antonelli, pemimpin klasemen yang juga pembalap Mercedes, harus menerima penalti grid akibat melebihi kuota komponen mesin. Antonelli diprediksi akan start dari posisi belakang, meski Hamilton menilai pembalap Italia itu tetap berpotensi melesat ke depan berkat keunggulan tenaga mesinnya. "Dia akan melewati banyak mobil dengan mudah, jadi kami harus fokus memaksimalkan akhir pekan ini dan memanfaatkan dukungan tifosi," tambah Hamilton.
Keputusan Mercedes untuk mengambil penalti di Monza bukan tanpa perhitungan. Mereka menilai sirkuit yang didominasi lintasan lurus ini adalah tempat paling tepat untuk menggunakan mesin baru, sekaligus mengatur alokasi mesin untuk sisa musim. Sementara itu, rekan setim Antonelli, George Russell, juga diperkirakan akan menerima penalti serupa di Grand Prix Azerbaijan dua pekan mendatang.
Di luar aspek teknis, Hamilton juga mencuri perhatian dengan kedatangannya di Monza menggunakan Ferrari F40, supercar ikonik tahun 1980-an yang ia sebut sebagai "mobil impian". Yang menarik, saat mobil tersebut dibongkar, ditemukan angka 44 terukir di mesinnyaโnomor yang sama dengan nomor balap Hamilton. "Saya tidak percaya. Ini terasa seperti takdir," ujarnya. Hamilton sengaja membawa mobil itu untuk menghormati sejarah Ferrari di negara asalnya.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, balapan Monza selalu memiliki daya tarik tersendiri. Meski tidak ada pembalap Indonesia di grid, persaingan ketat antara Ferrari, Mercedes, dan McLaren kerap menjadi tontonan menarik. Dukungan besar tifosi di sirkuit bersejarah ini juga menambah dramatisasi balapan, terutama dengan adanya penalti yang dialami pemimpin klasemen.
Dengan start dari posisi belakang, Antonelli justru mengaku lebih rileks menghadapi balapan. "Ini membantu melepas tekanan, meski saya lebih suka bertarung untuk pole," katanya. Ia juga mewaspadai kekuatan McLaren, Ferrari, dan Red Bull yang diprediksi kompetitif di Monza. Pertanyaannya kini: mampukah Hamilton dan Ferrari memanfaatkan momentum ini untuk meraih kemenangan perdana di hadapan publik sendiri, atau justru Antonelli yang akan menunjukkan kelasnya dengan comeback dramatis?



