Arsenal Siapkan Langkah Tak Terduga: John Stones Jadi Solusi Darurat di Lini Belakang
Baca dalam 60 detik
- Cedera William Saliba memaksa Arsenal mempertimbangkan opsi darurat di bursa transfer, termasuk mantan bek Manchester City, John Stones.
- Stones, yang berstatus bebas transfer setelah kontraknya di City habis, dinilai sebagai solusi jangka pendek yang lebih realistis dibanding Julian Alvarez.
- Meski minim biaya transfer, risiko cedera dan tuntutan gaji tinggi menjadi pertimbangan utama sebelum Arsenal memutuskan merekrut pemain berusia 32 tahun itu.

Ancaman cedera yang membayangi William Saliba memaksa Arsenal bergerak cepat di bursa transfer. Klub asal London utara itu dikabarkan tengah menjajaki opsi mengejutkan: merekrut mantan bintang Manchester City, John Stones, sebagai solusi darurat di lini belakang. Langkah ini muncul di tengah spekulasi Arsenal yang juga dikaitkan dengan Julian Alvarez, namun prioritas tampaknya bergeser ke kebutuhan defensif.
Saliba memperparah cedera punggung kronisnya saat membela Prancis di semifinal Piala Dunia melawan Spanyol. Laporan internal Arsenal masih mengkaji apakah bek tengah berusia 24 tahun itu perlu menjalani operasi. Jika benar, Saliba diprediksi absen hingga awal musim depan, meninggalkan lubang besar di sisi kanan pertahanan yang selama ini menjadi andalan Mikel Arteta.
Stones, yang baru saja meninggalkan Manchester City setelah kontraknya habis, muncul sebagai kandidat ideal. Selama satu dekade di Etihad, ia mencatatkan 295 penampilan dan mempersembahkan enam gelar Premier League, satu Liga Champions, serta treble winner. Pengalamannya bermain di bawah asuhan Arteta saat masih menjadi asisten pelatih City menjadi nilai tambah. "Stones bisa bermain sebagai bek tengah, gelandang bertahan, atau bahkan membantu membangun serangan dari belakang," ujar Tom Barclay dari The Sun, yang pertama kali melaporkan ketertarikan Arsenal.
Namun, langkah ini bukannya tanpa risiko. Stones hanya tampil 18 kali di musim 2025/26 karena cedera berulang. Usianya yang sudah 32 tahun dan ekspektasi gaji tinggi membuat keputusan ini seperti "judi" bagi Arsenal. Apalagi, lini belakang Arsenal sebenarnya tidak kekurangan opsi: Riccardo Calafiori, Piero Hincapie, Cristhian Mosquera, Ben White, dan Jurrien Timber masih tersedia. "Menandatangani pemain berusia 32 tahun dengan riwayat cedera untuk menutupi pemain yang cedera adalah langkah berisiko," tulis analis sepak bola Inggris dalam kolomnya.
Di sisi lain, Arsenal juga masih memburu penyerang baru setelah gagal mendapatkan Rogers yang memilih Chelsea. Julian Alvarez menjadi target utama, meski Atlético Madrid bersikeras tidak akan melepas pemain Argentina itu. Alvarez dianggap sebagai opsi glamor yang bisa memimpin lini depan, turun ke tengah, dan menekan dengan intensitas tinggi—karakter yang dicari Arteta. Namun, dengan situasi darurat di lini belakang, prioritas Arsenal tampak bergeser.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Arsenal ini menarik dicermati. Jika Stones benar-benar direkrut, ia akan menjadi contoh bagaimana klub besar Eropa memanfaatkan bursa bebas transfer untuk menambal lubang sementara. Namun, keputusan ini juga mengingatkan pada risiko yang dihadapi klub-klub Premier League dalam mengelola cedera pemain kunci. Apakah Arsenal akan mengambil risiko demi mempertahankan peluang juara, atau memilih opsi lebih aman dengan mengandalkan pemain muda? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa pekan ke depan.



