Dua Penunggang Kuda Tewas dalam Kecelakaan Terpisah di Kompetisi Inggris
Baca dalam 60 detik
- Dua atlet eventing meninggal dunia dalam insiden lintas alam di dua lokasi berbeda pada hari yang sama, memicu duka mendalam di komunitas olahraga berkuda Inggris.
- Sophie Fouracre (34) dan Kerry Donoghue (42) mengalami cedera fatal meskipun tim medis segera memberikan pertolongan; kedua kuda dilaporkan selamat.
- Kematian ini menambah daftar tragedi di eventing dalam beberapa tahun terakhir, mendorong evaluasi keselamatan dan dukungan psikologis bagi para peserta.

Dua penunggang kuda profesional meninggal dunia dalam kecelakaan terpisah di ajang eventing di Inggris pada Sabtu lalu, mengguncang komunitas olahraga berkuda yang masih diliputi duka akibat insiden serupa di tahun-tahun sebelumnya. British Eventing, badan pengelola olahraga tersebut, mengonfirmasi bahwa Sophie Fouracre (34) dan Kerry Donoghue (42) tewas setelah mengalami kecelakaan fatal saat melintasi rintang di fase cross-country.
Fouracre mengalami cedera parah saat menunggangi kuda bernama Rhubarbsfox Brittania di Swalcliffe Park, Oxfordshire. Beberapa jam kemudian, Donoghue meninggal dunia saat mengikuti kompetisi di Penrith, Cumbria, bersama kudanya Carneyhaugh Rua. Di kedua lokasi, tim medis dan paramedis segera memberikan penanganan darurat, namun nyawa kedua atlet tidak tertolong. British Eventing menyatakan bahwa kedua kuda telah diperiksa dan dinyatakan tidak cedera.
Rosie Williams, Chief Executive British Eventing, menyampaikan belasungkawa mendalam atas nama seluruh komunitas. "Kami sangat berterima kasih kepada penyelenggara, dokter, paramedis, tim veteriner, ofisial, dan layanan darurat di kedua acara atas profesionalisme dan kepedulian yang mereka tunjukkan dalam situasi paling sulit ini. Kehilangan dua anggota keluarga eventing dalam satu hari hampir tak terkatakan," ujarnya dalam pernyataan resmi. Kedua kompetisi langsung dihentikan untuk akhir pekan.
Eventing merupakan olahraga berkuda yang menggabungkan tiga fase: dressage, showjumping, dan cross-country. Fase cross-country dianggap paling berisiko karena menuntut kecepatan dan ketepatan melompati rintangan tetap di medan terbuka. Meskipun kematian penunggang relatif jarang, beberapa insiden fatal dalam beberapa tahun terakhir memicu kekhawatiran akan standar keselamatan. Pada Mei 2024, atlet profesional Georgie Campbell tewas setelah kudanya jatuh dan menimpa dirinya di Bicton International Horse Trials. Sebelumnya, pada Agustus 2023, Sarah Yorke (37) mengalami kecelakaan fatal di Aston-le-Walls. Pada 2019, Iona Sclater (15) meninggal saat latihan di rumah setelah kudanya tersandung jerami dan jatuh menimpanya.
Organisasi amal kesehatan mental Riders Minds menawarkan dukungan segera kepada komunitas eventing yang berduka. "Kami siap memberikan bantuan psikologis bagi siapa pun yang membutuhkan setelah berita yang sangat menyedihkan ini," kata perwakilan mereka. Di Indonesia, olahraga berkuda masih tergolong niche, namun komunitasnya mulai tumbuh seiring dengan pembangunan fasilitas pacuan kuda dan event internasional. Tragedi ini menjadi pengingat akan risiko yang melekat dalam olahraga berkuda, terutama di fase cross-country, dan pentingnya protokol keselamatan yang ketat.
British Eventing akan melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kedua kecelakaan. Pertanyaan besar yang kini mengemuka: apakah regulasi keselamatan di eventing perlu diperketat, terutama dalam hal desain rintangan dan respons medis di lapangan? Dengan tiga kematian dalam waktu singkat, tekanan untuk melakukan reformasi semakin kuat, meskipun olahraga ini tetap mengandalkan keseimbangan antara tantangan dan keamanan.



