Beth Shriever Ukir Sejarah: Juara Dunia BMX Keempat di Tengah Cuaca Ekstrem Brisbane
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Inggris Beth Shriever menjadi atlet BMX pertama yang meraih empat gelar juara dunia elite setelah hasil akhir ditentukan dari babak pertama akibat angin kencang.
- Cuaca buruk memaksa UCI menghentikan Kejuaraan Dunia BMX 2025 di Brisbane dan menggunakan regulasi yang menyatakan putaran terakhir yang selesai sebagai hasil resmi.
- Prestasi ini menambah koleksi Shriever yang sudah memiliki emas Olimpiade Tokyo 2020, sekaligus menunjukkan dominasi Inggris di cabang BMX balap.

Pembalap asal Inggris, Beth Shriever, mencatatkan namanya dalam buku sejarah BMX dunia setelah dinobatkan sebagai juara elite untuk keempat kalinya secara beruntun, meskipun Kejuaraan Dunia UCI BMX Racing 2025 di Brisbane harus dihentikan akibat angin kencang yang membahayakan keselamatan atlet.
Shriever, 27 tahun, menjadi pembalap BMX pertama yang meraih empat gelar juara dunia elite—sebelumnya ia juara pada 2021, 2023, dan 2025. Dalam edisi kali ini, ia mencatat waktu putaran tercepat di babak pertama yang digelar sehari sebelum final. Setelah angin kencang terus menerus menunda start, UCI memutuskan membatalkan sisa perlombaan dan merujuk pada regulasi yang menyatakan bahwa putaran terakhir yang selesai dianggap sebagai hasil akhir.
Keputusan itu diambil bersama dengan perwakilan Komisi Atlet UCI, manajer tim federasi nasional, dan panitia penyelenggara lokal. Regulasi UCI memang mengatur bahwa jika Kejuaraan Dunia BMX Racing dibatalkan, "putaran terakhir yang diselesaikan akan dinyatakan sebagai hasil akhir." Hal ini memastikan Shriever tetap menjadi juara tanpa perlu mempertaruhkan keselamatan di lintasan yang berangin kencang.
"Saya bermimpi bisa melakukan ini, tapi tentu tidak dengan cara seperti ini. Saya tahu hari ini gila, benar-benar gila, dan saya rasa kami semua masih seperti dalam mimpi," ujar Shriever dalam pernyataan resmi. "Tapi saya sudah memberikan putaran yang solid kemarin, jadi semuanya terjadi karena suatu alasan. Saya tidak percaya betapa cepatnya kemarin, jadi ya, kami terima."
Prestasi Shriever bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga menegaskan dominasi Inggris dalam BMX balap dunia. Dengan tambahan medali perak Ross Cullen, Inggris menunjukkan konsistensi dalam melahirkan pembalap kelas dunia. Sementara itu, Australia sebagai tuan rumah hanya mampu meraih satu emas lewat Jesse Asmus di nomor putra.
Bagi Indonesia, prestasi Shriever bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan BMX di Tanah Air. Meskipun belum memiliki atlet sekelas Shriever, Indonesia mulai menunjukkan taring di cabang olahraga ini. Pada SEA Games 2023, Indonesia meraih medali perak nomor BMX putra melalui I Gusti Bagus Saputra. Regenerasi atlet dan pembinaan usia dini menjadi kunci jika Indonesia ingin menembus level dunia. Kejuaraan dunia yang diwarnai cuaca ekstrem ini juga mengingatkan pentingnya infrastruktur lintasan yang aman dan adaptif terhadap perubahan iklim, terutama bagi negara tropis seperti Indonesia yang kerap menghadapi cuaca tak menentu.
Ke depannya, Shriever diprediksi akan tetap menjadi andalan Inggris di Olimpiade Los Angeles 2028. Namun, dengan usianya yang masih 27 tahun, ia masih berpotensi menambah koleksi gelar. Pertanyaannya, akankah ada pembalap lain yang mampu menyamai rekor empat gelar elite ini, atau Shriever akan terus memperpanjang dominasinya?



