Selamat Setelah 5 Hari Terombang-ambing: Dua Korban KM Nurul Salsa Ungkap Tiga Rekan Tewas di Laut
Baca dalam 60 detik
- Dua penumpang KM Nurul Salsa ditemukan hidup setelah hanyut selama lima hari di perairan Pangkep, sementara tiga rekan mereka dinyatakan meninggal.
- Korban selamat terpaksa melepas jenazah ketiga rekannya ke laut karena sudah membusuk, menurut keterangan polisi.
- Identitas korban meninggal masih belum diketahui dan pencarian diperluas ke perairan sekitarnya.

Dua penumpang kapal motor (KM) Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, ditemukan dalam kondisi selamat setelah terombang-ambing di laut selama lima hari. Namun, dari lima orang yang bertahan hidup di atas sebuah gabus, tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia dan jasadnya terpaksa dilepaskan ke laut karena sudah membusuk.
Kedua korban selamat, Asmal (24) dan Nurmiati (46), ditemukan oleh nelayan KM Bari-Baria 05 asal Pangkep di perairan Pulau Sanipa, Kepulauan Sabalana, pada Minggu (19/7) sekitar pukul 13.00 WITA. Saat dievakuasi, keduanya masih mengenakan jaket pelampung dan berada di atas gabus. Mereka kemudian dibawa ke Pulau Matala'ang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep.
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan mengungkapkan bahwa kelima orang tersebut awalnya bersama-sama di atas gabus setelah kapal tenggelam. Namun, dalam perjalanan hanyut selama beberapa hari, tiga orang meninggal dunia. "Kedua korban yang selamat kemudian melepaskan jenazah ketiga rekannya ke laut karena sudah mengeluarkan bau busuk," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (19/7).
Hingga saat ini, identitas ketiga korban yang meninggal belum dapat dipastikan. Polisi masih menunggu kondisi kedua korban selamat pulih agar dapat dimintai keterangan lebih lengkap. "Keterangan mereka akan menjadi petunjuk penting dalam operasi SAR yang masih berlangsung," kata Didid. Pencarian diperluas mengingat jarak antara lokasi penemuan dengan titik awal kecelakaan cukup jauh.
Polres Kepulauan Selayar telah berkoordinasi dengan Polres Pangkep dan jajaran kepolisian di wilayah perairan sekitarnya untuk memperkuat pencarian. Tim SAR gabungan sebelumnya telah memperluas area pencarian korban hilang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar. Operasi SAR masih terus dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya korban lain atau barang bukti.
Kecelakaan ini kembali menyoroti tingginya risiko pelayaran di perairan timur Indonesia, terutama bagi kapal-kapal kecil yang kerap beroperasi tanpa perlengkapan keselamatan memadai. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan standar keselamatan pelayaran untuk mencegah tragedi serupa. Pertanyaan yang tersisa: apakah regulasi keselamatan kapal di wilayah terpencil sudah cukup ketat untuk melindungi penumpang?



