Misteri Jatuh dari Apartemen di Nagoya: Seorang Wanita Tewas Tertimpa Pria yang Jatuh
Baca dalam 60 detik
- Seorang wanita berusia 23 tahun tewas setelah seorang pria jatuh dari lantai 12 apartemen di Nagoya dan menimpanya saat ia berjalan kaki pada dini hari.
- Pria berusia 29 tahun tersebut masih dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri; polisi masih menyelidiki apakah ini tindakan bunuh diri atau kecelakaan.
- Insiden serupa di Jepang memicu kekhawatiran tentang keselamatan pejalan kaki di kawasan perkotaan padat, terutama di area hiburan malam.

Seorang perempuan berusia 23 tahun tewas setelah seorang pria jatuh dari lantai 12 sebuah apartemen di pusat kota Nagoya, Jepang, dan menimpa korban yang sedang berjalan kaki pada Minggu dini hari. Peristiwa tragis ini terjadi di distrik Sakae, kawasan yang dikenal padat dengan pusat perbelanjaan dan hiburan malam.
Korban bernama Houra Inaba dinyatakan meninggal di rumah sakit tak lama setelah insiden yang terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Sementara itu, pria yang jatuh, Shinsei Taguchi (29), masih dalam kondisi kritis dan belum sadarkan diri. Seorang teman perempuan korban yang saat itu berjalan bersama Inaba segera menghubungi layanan darurat dan melaporkan bahwa seorang pria jatuh menimpa temannya.
Lokasi kejadian berada di kawasan yang dipadati gedung perkantoran dan apartemen di sepanjang jalan lingkar Nagoya Expressway, sekitar 500 meter timur laut Stasiun Yabacho. Polisi masih menyelidiki penyebab jatuhnya Taguchi, termasuk kemungkinan bunuh diri atau kecelakaan. Belum ada keterangan resmi mengenai hubungan antara kedua individu tersebut.
Insiden ini mengingatkan pada kasus serupa yang pernah terjadi di kota-kota besar Jepang. Pada Agustus 2024, seorang siswi SMA berusia 17 tahun melompat dari sebuah gedung komersial dekat Stasiun JR Yokohama dan menewaskan seorang wanita berusia 32 tahun yang sedang berjalan di bawah. Pada Oktober 2020, seorang siswa SMA laki-laki berusia 17 tahun diduga melompat dari kompleks perbelanjaan di Osaka dan menimpa seorang mahasiswi berusia 19 tahun hingga tewas.
Fenomena ini menyoroti risiko keselamatan pejalan kaki di area perkotaan yang padat, terutama di dekat gedung-gedung tinggi. Di Indonesia, meskipun kasus serupa jarang terjadi, kepadatan di pusat kota seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung juga menghadirkan potensi bahaya serupa. Pemerintah daerah dan pengelola gedung diharapkan dapat meningkatkan langkah-langkah pencegahan, seperti pemasangan jaring pengaman atau pembatasan akses ke area berbahaya.
Polisi Nagoya terus mendalami motif di balik jatuhnya Taguchi. Pertanyaan yang muncul: apakah ini murni kecelakaan, atau ada unsur kesengajaan? Yang jelas, nyawa seorang wanita muda melayang sia-sia akibat peristiwa yang tak terduga ini.



