Pegolf Korea Selatan Kim Si-woo Puncaki Klasemen The Open, Sam Burns Tergelincir
Baca dalam 60 detik
- Kim Si-woo memimpin babak final The Open 2025 setelah mengumpulkan 10 under par, memanfaatkan kesalahan Sam Burns yang kehilangan tiga stroke beruntun.
- Cameron Young mencatat skor 64, menjadi pemimpin sementara di klubhouse dengan 9 under par, sementara Scottie Scheffler masih tertinggal tiga stroke.
- Persaingan ketat di Royal Birkdale menyisakan peluang bagi pemain seperti Tommy Fleetwood dan Bryson DeChambeau untuk mengejar di tujuh hole terakhir.

Pegolf asal Korea Selatan, Kim Si-woo, mengambil alih pimpinan klasemen pada putaran final The Open ke-154 yang berlangsung di Royal Birkdale, Inggris, Minggu (19/7). Ia memanfaatkan kegagalan Sam Burns yang memulai hari sebagai pemuncak klasemen namun kehilangan tiga stroke berturut-turut di sembilan hole pertama.
Kim menunjukkan konsistensi di tengah angin yang semakin kencang. Dua birdie di hole kelima dan keenam membawanya ke posisi 10 under par, unggul satu stroke dari Cameron Young yang menjadi pemimpin klubhouse setelah mencatat skor fantastis 64 meskipun melakukan bogey di hole ke-18. Sementara itu, Burns yang memulai dengan 10 under par sempat mencuri birdie di hole kedua, namun tiga bogey beruntun membuatnya terperosok ke posisi yang lebih rendah.
Persaingan di papan atas masih terbuka lebar. Pemain nomor satu dunia, Scottie Scheffler, menunjukkan kebangkitan awal namun masih tertinggal tiga stroke dengan jumlah hole yang semakin sedikit. Sementara itu, favorit tuan rumah Tommy Fleetwood yang sempat mendapat dukungan penuh dari penonton justru kehilangan momentum di sekitar tikungan. Ia tertinggal lima stroke dengan tujuh hole tersisa. Bryson DeChambeau juga gagal bersaing setelah tidak mencatat satu pun birdie di sembilan hole pertamanya.
Bagi penggemar golf di Indonesia, kejutan Kim Si-woo menjadi tontonan menarik. Korea Selatan telah lama menjadi kekuatan di golf Asia, dan keberhasilan Kim mengingatkan pada prestasi K.J. Choi di masa lalu. Jika Kim mampu mempertahankan performa, ia berpeluang menjadi juara mayor kedua asal Korea setelah Yang Yong-eun di PGA Championship 2009.
Dengan sisa tujuh hole bagi sebagian besar pemain, dinamika masih bisa berubah. Pertanyaan besarnya: mampukah Kim menahan tekanan di akhir putaran, atau justru Burns atau Young yang akan merebut gelar? The Open tahun ini membuktikan bahwa golf adalah permainan yang penuh kejutan hingga pukulan terakhir.



