Samsung Pangkas Ratusan Karyawan di AS, Beralih ke Texas
Baca dalam 60 detik
- Samsung Electronics memangkas 739 posisi di New Jersey dan 100 di Texas seiring relokasi kantor pusat divisi elektronik konsumen ke Texas.
- Divisi chip Samsung mencatat laba melonjak 19 kali lipat, sementara divisi ponsel diperkirakan merugi pertama kali akibat persaingan ketat.
- Langkah ini mencerminkan pergeseran prioritas Samsung ke bisnis chip dan AI, mengikuti jejak Microsoft, Amazon, dan Meta.

Samsung Electronics melakukan perampingan tenaga kerja di unit bisnis elektronik konsumennya di Amerika Serikat, dengan memangkas ratusan posisi di New Jersey dan Texas sebagai bagian dari rencana pemindahan kantor pusat divisi tersebut ke Texas. Langkah ini menandai babak baru dalam strategi raksasa teknologi asal Korea Selatan itu yang kian memfokuskan sumber daya pada bisnis semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI).
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Minggu (19/7), Samsung mengonfirmasi bahwa 739 posisi di Englewood Cliffs, New Jersey, terdampak oleh rencana pemindahan kantor pusat Samsung Electronics America (SEA) ke Plano, Texas. Sebagian besar karyawan yang terkena dampak mendapat tawaran relokasi, namun sebagian lainnya harus kehilangan pekerjaan. Di kantor Plano, sekitar 100 pekerja, termasuk staf divisi ponsel, telah diberhentikan, menurut seorang sumber yang mengaku sebagai salah satu karyawan yang di-PHK.
Keputusan ini mengejutkan karena SEA baru saja meresmikan kantor barunya di New Jersey pada September tahun lalu dengan seremoni besar. Saat itu, kantor tersebut menyerap sekitar 1.200 pekerja, menurut keterangan anggota Kongres AS Josh Gottheimer yang hadir dalam acara peresmian. Kini, dalam waktu kurang dari setahun, Samsung justru memindahkan markas dan memangkas karyawan.
Pemangkasan ini mencerminkan kesenjangan kinerja di dalam Samsung. Di satu sisi, divisi chip membukukan lonjakan laba kuartal kedua hingga 19 kali lipat berkat permintaan AI yang kuat. Samsung juga mengumumkan investasi ratusan miliar dolar untuk pabrik chip baru bulan lalu. Di sisi lain, divisi ponsel diperkirakan mencatat kerugian pertama sepanjang sejarah akibat persaingan sengit dengan Apple, sementara bisnis televisi dan peralatan rumah tangga tertekan oleh rival China seperti TCL dan Hisense. Kenaikan biaya chip akibat ledakan AI juga menggerus margin keuntungan produk elektronik konsumen.
Langkah Samsung sejalan dengan tren perusahaan teknologi global yang memangkas biaya operasional dan mengalihkan investasi ke infrastruktur AI. Microsoft, Amazon, dan Meta telah melakukan hal serupa. Texas, dengan pajak rendah dan regulasi ramah bisnis, menjadi tujuan favorit relokasi perusahaan teknologi, termasuk Tesla dan Oracle. Samsung sendiri sudah memiliki pabrik chip dan pusat operasi ponsel di Plano.
Seorang karyawan SEA yang masih aktif mengungkapkan kekhawatiran bahwa PHK ini bisa diikuti oleh pemangkasan lebih lanjut dan konsolidasi divisi peralatan rumah tangga, hiburan rumah, dan ponsel, seiring fokus Samsung yang bergeser ke chip. Namun, Samsung membantah adanya restrukturisasi global besar-besaran di bisnis produk konsumennya. Perusahaan menyatakan relokasi kantor pusat SEA bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dan mengoptimalkan organisasi dalam ekosistem teknologi dan AI yang terus berkembang.
Di sisi lain, afiliasi layanan IT Samsung, Samsung SDS America, juga mengisyaratkan pemangkasan 179 posisi di Ridgefield Park, New Jersey, terkait relokasi kantor pusat Amerika Utara mereka. Samsung menegaskan langkah itu murni karena relokasi, bukan PHK atau restrukturisasi.
Bagi Indonesia, langkah Samsung ini menjadi pengingat bahwa persaingan di industri elektronik konsumen kian brutal. Produsen ponsel dan elektronik dalam negeri harus bersiap menghadapi gempuran produk China yang agresif, sementara raksasa global seperti Samsung dan Apple mengerahkan sumber daya ke segmen bernilai tambah tinggi seperti chip dan AI. Pertanyaannya, akankah industri elektronik Indonesia mampu bertahan di tengah arus konsolidasi global ini?



