Jepang Tumbang 42-15 dari Prancis di Nations Championship, Catat Satu Kemenangan dari Tiga Laga
Baca dalam 60 detik
- Timnas rugby Jepang menelan kekalahan telak 42-15 dari Prancis dalam lanjutan Nations Championship, membuat rekor mereka menjadi satu menang dan dua kalah.
- Prancis unggul 28-15 di babak pertama dan menambah keunggulan di babak kedua dengan total enam try, sementara Jepang hanya membalas dua try.
- Jepang akan menghadapi Australia pada 8 Agustus di Osaka, sementara Nations Championship kembali bergulir pada November.

Jepang harus mengakui keunggulan Prancis setelah takluk 42-15 dalam pertandingan Nations Championship di Stadion MUFG, Tokyo, Sabtu. Kekalahan ini menjadi pukulan bagi tim asuhan Eddie Jones yang kini hanya mengantongi satu kemenangan dari tiga laga di bulan Juli.
Prancis, yang menempati peringkat keempat dunia, menunjukkan dominasi sejak awal. Mereka unggul 28-15 saat turun minum, dan terus menekan di babak kedua hingga menutup laga dengan enam try berbanding dua. Bagi Jepang, laga ini juga menjadi ajang pemanasan menghadapi Piala Dunia Rugby 2027, di mana kedua tim tergabung dalam satu grup.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Prancis membuka keunggulan melalui hooker Maxime Lamothe, namun Jepang segera membalas melalui penalti Takuro Matsunaga dan try dari wing Kippei Ishida, membalikkan skor menjadi 8-7. Namun, momentum berbalik setelah gelandang serang Prancis Matthieu Jalibert menyelesaikan serangan panjang, dan kartu kuning yang diterima lock Jepang Harry Hockings semakin mempersulit keadaan.
Salah satu titik terang bagi Jepang adalah try internasional pertama yang dicetak oleh pemain universitas, Sojiro Otsuka, pada menit ke-36. Namun, kapten Jepang Warner Dearns mengakui timnya gagal menghentikan permainan Prancis. "Ada banyak hal yang perlu kami perbaiki. Kami membiarkan Prancis memainkan permainan mereka dan tidak mampu menghentikannya," ujar lock berusia 24 tahun itu. "Kami harus tetap pada sistem Jepang dan memainkan rugby kami."
Bagi penggemar rugby di Indonesia, Nations Championship edisi perdana ini patut dicermati karena mempertemukan tim-tim elit dari berbagai benua. Meski Indonesia belum terlibat, turnamen ini menjadi barometer perkembangan rugby Asia, terutama dengan kehadiran Jepang dan Fiji. Jepang sendiri akan menghadapi Australia yang berada di peringkat kedelapan dunia pada 8 Agustus di Stadion Hanazono Rugby, Osaka. Nations Championship akan kembali bergulir pada November, memberi kesempatan bagi Jepang untuk memperbaiki posisi.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Jepang mampu bangkit dan bersaing di grup berat Piala Dunia 2027? Atau justru Prancis akan menjadi momok yang sulit dikalahkan? Waktu yang akan menjawab, namun yang jelas, Jepang harus segera berbenah jika ingin tampil kompetitif di panggung tertinggi rugby dunia.



