FIFA Akui Istirahat Minum di Piala Dunia 2026 Tak Populer, Siap Dievaluasi
Baca dalam 60 detik
- FIFA akan mengkaji ulang kebijakan jeda hidrasi tiga menit di Piala Dunia 2026 setelah menuai protes dari penonton dan pelatih.
- Jeda yang dimaksudkan untuk kesejahteraan pemain ini justru dimanfaatkan penyiar untuk menaikkan pendapatan iklan, dengan tarif mencapai 750.000 dolar AS per slot.
- Keputusan akhir akan mempertimbangkan masukan dari penggemar sepak bola global, sementara UEFA dan beberapa pelatih top menyatakan penolakan.

FIFA mengakui bahwa kebijakan jeda hidrasi wajib selama tiga menit yang diterapkan di Piala Dunia 2026 tidak mendapat sambutan hangat dari publik. Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, menyatakan pihaknya akan mengevaluasi dampak aturan tersebut setelah turnamen usai.
Jeda hidrasi diterapkan FIFA pada setiap pertandingan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, tanpa memandang kondisi cuaca. Langkah ini diklaim sebagai komitmen terhadap kesejahteraan pemain. Namun, banyak pihak menilai momen tersebut lebih banyak dimanfaatkan oleh penyiar televisi untuk menayangkan iklan komersial. Menurut data yang dihimpun BBC Sport, tarif iklan 30 detik di Fox Sports selama Piala Dunia berkisar antara 200.000 hingga 300.000 dolar AS, dan melonjak hingga 750.000 dolar AS pada laga timnas AS serta babak final.
Seiring berjalannya turnamen, suporter mulai menunjukkan ketidaksukaan dengan bersorak nyaring saat jeda hidrasi diberlakukan. Wenger mengakui bahwa dalam banyak pertandingan, terutama di stadion beratap, penonton merasa terganggu. โKami di sini untuk melayani orang-orang yang menonton sepak bola, dan kami akan menarik kesimpulan setelah turnamen,โ ujarnya.
Jeda ini juga kerap dimanfaatkan pelatih untuk menyusun strategi, menjadikannya semacam time-out taktis. Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, sebelumnya menyatakan bahwa jeda tersebut โmenginterupsi dan mengubah identitas pertandingan sepak bolaโ. Sebaliknya, pelatih Spanyol Luis de la Fuente mendukung kebijakan itu demi kesehatan pemain. UEFA, badan sepak bola Eropa, telah memastikan tidak akan mengadopsi aturan serupa di kompetisi mereka.
Di sisi lain, Wenger membela keputusan FIFA memperluas jumlah peserta Piala Dunia dari 32 menjadi 48 tim. Menurutnya, langkah itu secara etis memberikan kesempatan bagi lebih banyak negara. โSaya yakin itu adalah keputusan yang tepat dan sukses besar,โ katanya.
Bagi Indonesia, kebijakan jeda hidrasi ini relevan mengingat turnamen sepak bola di daerah tropis kerap menghadapi tantangan cuaca panas. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) dapat menjadikan evaluasi FIFA sebagai acuan dalam merumuskan aturan serupa di kompetisi domestik, terutama untuk melindungi kesehatan pemain di tengah iklim tropis. Namun, potensi penyalahgunaan jeda untuk kepentingan komersial juga perlu diantisipasi agar tidak mengganggu ritme pertandingan.
Ke depan, keputusan FIFA akan menjadi barometer bagi federasi sepak bola global. Apakah jeda hidrasi akan dipertahankan dengan penyesuaian, atau justru dihapuskan sama sekali? Jawabannya akan bergantung pada sejauh mana FIFA mendengar suara para penggemar yang menginginkan pertandingan tanpa interupsi yang tidak perlu.



