Longsor Terjang Permukiman di Chongqing, Puluhan Warga Tertimbun
Baca dalam 60 detik
- Longsor di Kabupaten Pengshui, Chongqing, menimbun sejumlah rumah dan warga saat proses evakuasi berlangsung.
- Tim penyelamat telah mengevakuasi sembilan korban selamat, sementara jumlah pasti yang tertimbun masih dalam pendataan.
- Pemerintah China mengerahkan 206 personel dan 49 kendaraan dalam operasi pencarian yang diprediksi berlangsung beberapa hari.

Longsor besar yang menerjang kawasan perbukitan di Kabupaten Pengshui, Chongqing, China barat daya, pada Jumat pagi (18/7/2026) menyebabkan sejumlah bangunan rumah ambruk dan puluhan warga diduga tertimbun material. Peristiwa ini terjadi saat otoritas setempat tengah melakukan evakuasi darurat setelah seorang petugas komunitas mendeteksi tanda-tanda awal longsor.
Menurut laporan stasiun televisi pemerintah CCTV, petugas komunitas melihat batu berjatuhan di lereng bukit sekitar pukul 08.00 waktu setempat dan segera membunyikan alarm peringatan. Lebih dari 60 warga diinstruksikan untuk mengungsi, namun longsor terjadi pada pukul 09.08, saat proses evakuasi masih berlangsung. Akibatnya, beberapa orang yang belum sempat meninggalkan lokasi tertimbun reruntuhan.
Kantor Berita Xinhua melaporkan bahwa sembilan orang telah berhasil dikeluarkan dari timbunan puing dan dalam kondisi stabil, tidak mengancam jiwa. Namun, jumlah pasti korban yang masih terperangkap belum dapat dipastikan. Tim penyelamat dari dinas pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana terus melakukan pencarian di tengah medan yang sulit.
Rekaman udara dari CCTV memperlihatkan material longsor menutupi sekelompok rumah di tepi sungai, sementara warga terlihat berlarian menghindari awan debu tebal. Video dashcam yang diunggah di media sosial dan diverifikasi Reuters menunjukkan bagian lereng bukit runtuh menimpa rumah dan toko di bawahnya, memaksa kendaraan dan sepeda motor berhenti mendadak.
Kementerian Manajemen Darurat China langsung mengaktifkan respons darurat Level Dua—level tertinggi kedua dalam skala bencana—dan mengirimkan tim penyelamat beranggotakan 100 orang ke lokasi. Total 206 personel dan 49 kendaraan dari pasukan pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu pencarian. Belum diketahui secara pasti penyebab longsor, namun hujan deras beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu.
Bagi Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah perbukitan dan lereng curam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa longsor merupakan salah satu bencana paling mematikan di Indonesia, terutama saat musim hujan. Sistem peringatan dini berbasis komunitas seperti yang diterapkan di Pengshui—dengan melibatkan warga sebagai pengamat—dinilai efektif dan dapat diadopsi lebih luas di daerah rawan longsor di Tanah Air.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah prosedur evakuasi di Chongqing sudah cukup cepat mengingat longsor terjadi hanya satu jam setelah peringatan pertama. Para ahli kebencanaan menekankan pentingnya waktu respons yang lebih singkat dan jalur evakuasi yang jelas untuk meminimalkan korban jiwa. Operasi pencarian diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan mengingat volume material yang besar dan medan yang sulit dijangkau alat berat.



