GameStop Kukuhkan Ambisi Akuisisi eBay Setelah Kantongi 9,8% Saham
Baca dalam 60 detik
- GameStop mengakuisisi hampir 10% saham eBay, mengubah kepemilikan derivatif menjadi saham biasa dalam sebulan terakhir.
- CEO Ryan Cohen menegaskan niat membeli eBay meskipun tawaran awal ditolak, dengan suntikan dana pribadi $500 juta.
- Langkah ini berpotensi mengubah peta persaingan e-commerce global, termasuk dampak tidak langsung pada pasar Indonesia.

GameStop, perusahaan ritel gim video asal Amerika Serikat, secara resmi mengumumkan kepemilikan hampir 10% saham eBay melalui pengajuan dokumen ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) akhir pekan lalu. Langkah ini menjadi sinyal terbaru bahwa GameStop tidak mundur dari rencana akuisisi eBay senilai sekitar $56 miliar, meskipun tawaran awal telah ditolak mentah-mentah oleh manajemen eBay pada Mei lalu.
Dalam pengajuan SEC yang dirilis Jumat malam, GameStop menyatakan menguasai 43,4 juta saham beredar eBay, setara 9,8% kepemilikan. Angka ini melonjak drastis dari posisi awal Mei ketika CEO GameStop Ryan Cohen pertama kali mengungkapkan niat membeli eBay dengan mengklaim memiliki โ5% kepemilikan ekonomiโ melalui derivatif dan kepemilikan manfaat. Selama beberapa pekan terakhir, GameStop mengkonversi kepemilikan derivatif tersebut menjadi saham biasa. Pada Juni lalu, perusahaan membeli 3,5 juta saham eBay senilai sekitar $381 juta, dan pada Jumat lalu menyelesaikan akuisisi 39 juta saham dari pasangan put/call.
Dalam pengajuan terpisah, Cohen menyatakan dengan tegas, โSaya tidak akan membeberkan langkah saya, tapi kami akan mengambil alih eBay dengan satu atau lain cara.โ Pernyataan itu merupakan transkrip wawancaranya dengan Bloomberg Television pada Kamis lalu. Cohen juga mengkritik media yang gagal menjelaskan logika di balik transaksi ini, seraya mengklaim memiliki surat โsangat yakinโ dari bankirnya dan banyak pihak yang tertarik mendanai akuisisi.
Wall Street masih meragukan skema pendanaan GameStop yang sangat bergantung pada surat komitmen non-mengikat dari TD Securities senilai hingga $20 miliar dalam bentuk utang. Pinjaman itu pun bersyarat: perusahaan gabungan harus mencapai peringkat kredit investment grade. Namun Cohen optimistis, dan pemegang saham GameStop bulan lalu telah menyetujui peningkatan jumlah saham yang diotorisasi, memberi fleksibilitas lebih bagi perusahaan untuk bermanuver.
โSaya tidak akan bernegosiasi dengan diri saya sendiri,โ kata Cohen saat ditanya kemungkinan menaikkan tawaran.
Bagi Indonesia, perkembangan ini patut dicermati meski tidak langsung berdampak. eBay dan GameStop sama-sama memiliki basis pengguna global, termasuk di Indonesia. Jika akuisisi berhasil, penggabungan dua raksasa ini bisa menciptakan platform e-commerce yang lebih kompetitif, berpotensi mengubah pola belanja konsumen Indonesia yang saat ini didominasi oleh pemain lokal seperti Tokopedia dan Shopee. Namun, jika gagal, langkah agresif Cohen setidaknya menunjukkan bahwa konsolidasi di industri e-commerce global semakin intensif, dan pelaku pasar Indonesia harus siap menghadapi guncangan dari luar.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Cohen benar-benar mampu merealisasikan ambisinya, atau justru terjebak dalam permainan saham yang berisiko? Jawabannya akan menentukan tidak hanya nasib GameStop dan eBay, tetapi juga peta persaingan e-commerce di tahun-tahun mendatang.



