Rem Blong Truk Galon di Sibolangit Tewaskan Empat Orang, Polisi Dalami Penyebab
Baca dalam 60 detik
- Truk bermuatan galon air mineral kehilangan kendali di Sibolangit, Sumut, menewaskan empat orang dan melukai delapan lainnya.
- Polisi menduga rem blong sebagai pemicu kecelakaan beruntun yang melibatkan delapan kendaraan di jalur menurun.
- Penyelidikan masih berlangsung, sementara arus lalu lintas di Jalan Jamin Ginting telah kembali normal.

Kecelakaan maut terjadi di jalur menurun Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (17/7) pagi, ketika sebuah truk fuso pengangkut galon air mineral mengalami rem blong dan menabrak delapan kendaraan. Peristiwa nahas itu merenggut nyawa empat orang dan melukai delapan lainnya, menjadikannya salah satu kecelakaan lalu lintas paling mematikan di kawasan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa dari pemeriksaan awal, truk yang dikemudikan Ilham (50) itu dalam kondisi rem tidak berfungsi. “Truk melaju dari arah Karo menuju Medan. Saat tiba di lokasi, truk menabrak dua truk cool diesel, lima minibus, dan satu sepeda motor,” ujarnya. Sopir truk kini telah diamankan di Polsek Pancur Batu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo, menambahkan bahwa kecelakaan terjadi di depan Rumah Makan Garuda Grand Hill, tepatnya di ruas jalan yang dikenal rawan kecelakaan karena kontur menurun dan tikungan tajam. “Kondisi jalan saat itu cukup padat. Truk kehilangan kendali dan menghantam kendaraan di depannya secara beruntun,” jelasnya. Benturan keras menyebabkan sejumlah kendaraan ringsek parah dan sempat memacetkan total arus lalu lintas dua arah.
Empat korban meninggal dunia diidentifikasi sebagai Heppi Sitinjak (60), Dinaria Manik (60), Samsir Sitinjak (30), dan Anton Simorangkir. Sementara itu, delapan korban luka—termasuk Siti Mawan (61) dan Pebrianto Siburian (31)—dilarikan ke puskesmas terdekat. Enam korban lainnya dengan luka lebih serius dirujuk ke RSUP H Adam Malik Medan, di antaranya Rafika Lince (41), Harta Ulina (50), Seventri Amandasari Manihuruk (27), Five Sitinjak (11), Gabe Roida Sitinjak (18), dan Rinto Sitinjak (23).
Kecelakaan akibat rem blong di jalur menurun seperti Sibolangit bukanlah kali pertama terjadi. Daerah pegunungan di Sumatera Utara kerap menjadi titik rawan kecelakaan serupa, terutama bagi kendaraan berat yang membawa muatan penuh. Pengamat transportasi menilai perlu adanya pemeriksaan rutin kondisi rem kendaraan niaga sebelum melintasi jalur turunan panjang, serta pemasangan jalur evakuasi darurat (emergency ramp) di titik-titk kritis. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami penyebab pasti kegagalan rem truk tersebut, termasuk kemungkinan faktor teknis atau human error.
Proses evakuasi kendaraan yang terlibat telah selesai dilakukan, dan arus lalu lintas di Jalan Jamin Ginting kini kembali lancar. Namun, pertanyaan mengenai keselamatan berkendara di jalur rawan kecelakaan masih menggantung: akankah otoritas setempat mengambil langkah konkret untuk mencegah tragedi serupa terulang?



