Liverpool Siapkan €60 Juta untuk Gelandang Jepang Kaishu Sano: Solusi Lini Tengah di Era Baru
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan akan mengajukan tawaran €60 juta (£51 juta) ke Mainz untuk Kaishu Sano, gelandang timnas Jepang yang tampil impresif di Piala Dunia 2026.
- Sano dinilai sebagai profil ideal untuk sistem 'rock and roll' ala pelatih baru Andoni Iraola, yang membutuhkan kebugaran dan intensitas tinggi setelah musim lalu Liverpool anjlok 24 poin dari gelar juara.
- Kedatangan Sano bisa menjadi sinyal pergeseran strategi Liverpool di lini tengah, terutama jika Alexis Mac Allister hengkang atau tak konsisten, sekaligus membuka peluang bagi pemain Asia di Premier League.

Liverpool dikabarkan siap menggelontorkan dana sebesar €60 juta atau sekitar £51 juta untuk merekrut gelandang timnas Jepang, Kaishu Sano, dari Mainz. Langkah ini menjadi sinyal awal bahwa era kepelatihan Andoni Iraola di Anfield tak hanya mengandalkan serangan, tetapi juga membangun ulang fondasi lini tengah yang goyah sepanjang musim lalu.
Musim 2025/26 menjadi mimpi buruk bagi Liverpool. Tim besutan Arne Slot finis di peringkat kelima Premier League dengan selisih 24 poin dari musim sebelumnya saat mereka juara. Kegagalan meraih hasil konsisten dan keruntuhan di menit-menit akhir menjadi momok. Salah satu biang keladi kemerosotan itu adalah Alexis Mac Allister, yang performanya anjlok drastis. Namun, gelandang asal Argentina itu bangkit kembali bersama timnas di Piala Dunia 2026, menjadi motor permainan dengan jarak tempuh 75,5 km—terbanyak di skuadnya—saat Argentina melaju ke final kedua berturut-turut.
Paradoks performa Mac Allister ini membuat Liverpool berada di persimpangan. Di satu sisi, kebangkitannya di Piala Dunia memberi harapan. Di sisi lain, konsistensinya di level klub masih diragukan. Apalagi, Inter Milan dikabarkan juga membidik Curtis Jones, produk akademi Liverpool yang ingin mendapat menit bermain reguler. Situasi ini memaksa Iraola, yang menggantikan Slot, untuk segera mencari tambahan amunisi di lini tengah.
Nama Kaishu Sano muncul sebagai target utama. Gelandang berusia 25 tahun itu menjadi sorotan setelah penampilannya di Piala Dunia 2026, meski statistiknya di Bundesliga bersama Mainz musim lalu dinilai lebih mentereng. Kecepatan dalam duel, fisik kuat, dan naluri merebut bola menjadi keunggulan Sano. Ia digambarkan sebagai pengatur ritme yang intuitif, mampu menjalankan tugas-tugas gelandang bertahan dengan disiplin tinggi. Menurut laporan TEAMtalk, Liverpool memimpin perburuan, mengungguli Arsenal dan Tottenham Hotspur, dan siap menjadikan Sano sebagai pemain termahal dalam sejarah Mainz.
Ketertarikan Liverpool pada Sano tak lepas dari kebutuhan akan gelandang yang bisa beradaptasi dengan gaya 'rock and roll' ala Iraola—sepak bola berintensitas tinggi yang menuntut kebugaran luar biasa. Musim lalu, Liverpool kerap kehilangan dominasi di lini tengah karena kelelahan dan kurangnya agresivitas. Sano, dengan fisik dan daya juangnya, diyakini bisa menjadi solusi jangka pendek maupun panjang. Apalagi, nilai transfer €60 juta dianggap masuk akal di tengah inflasi harga pemain gelandang saat ini.
Bagi pembaca di Indonesia, kabar ini menarik karena Sano menjadi salah satu pemain Asia yang dilirik klub besar Eropa. Jika transfer jadi terwujud, ia akan bergabung dengan deretan pemain Jepang di Premier League seperti Wataru Endo (Liverpool) dan Takehiro Tomiyasu (Arsenal). Fenomena ini menunjukkan bahwa talenta Asia kian diperhitungkan di panggung sepak bola global. Selain itu, langkah Liverpool juga bisa memicu minat klub-klub Eropa lainnya untuk memantau pemain-pemain Asia, termasuk potensi dari Indonesia di masa depan.
Namun, keputusan Liverpool untuk memboyong Sano bukannya tanpa risiko. Adaptasi dengan Premier League yang lebih cepat dan fisik kerap menjadi tantangan bagi pemain dari Bundesliga. Selain itu, kehadiran Sano bisa memicu ketidakpastian masa depan Mac Allister atau Jones. Apakah Iraola akan mempertahankan Mac Allister sebagai poros utama atau justru membangun lini tengah baru di sekeliling Sano? Jawabannya mungkin akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan, saat bursa transfer musim panas memasuki fase krusial.



