Rumah Produksi Etomidate di PIK Dibongkar, Warga Singapura Jadi Koki
Baca dalam 60 detik
- Polisi menggerebek home industry etomidate di Pantai Indah Kapuk dan menangkap warga Singapura sebagai peracik.
- Bahan baku cairan etomidate dikirim dari Malaysia lewat jasa titipan, disamarkan dalam kemasan sampo.
- Dua liter cairan diperkirakan bisa menghasilkan hampir 2.000 cartridge siap edar, penyidikan masih berlanjut.

Polres Bandara Soekarno-Hatta membongkar praktik home industry peracikan dan perakitan cartridge berisi etomidate di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Jumat (17/7). Seorang warga negara Singapura berinisial LHM diamankan sebagai peracik utama atau koki dalam proses produksi.
Pengungkapan ini berawal dari penindakan paket kiriman yang berisi dua botol cairan etomidate dengan berat bruto sekitar 2.200 gram. Cairan tersebut dikemas dalam botol sampo untuk mengelabui petugas. Bea Cukai Soekarno-Hatta bersama Polres kemudian melakukan control delivery, membiarkan paket tetap dikirim hingga tiba di alamat tujuan di PIK.
Dari hasil pengawasan, aparat menemukan sebuah rumah yang dijadikan tempat perakitan. Di lokasi, polisi menyita ribuan cartridge kosong serta peralatan untuk mengisi cairan etomidate ke dalam cartridge. Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana menyatakan, penyidik masih mendalami berapa lama aktivitas ini berlangsung dan jumlah cartridge yang telah diedarkan.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menjelaskan modus operandi berbeda dari kasus sebelumnya. Biasanya cartridge etomidate dibawa langsung penumpang dari luar negeri, namun kali ini bahan baku cair dikirim terpisah melalui perusahaan jasa titipan, sementara cartridge kosong didatangkan dari jalur lain untuk dirakit di dalam negeri. Bahan baku diketahui berasal dari Malaysia.
Menurut Kombes Wisnu, estimasi sementara menunjukkan dua liter cairan etomidate bisa menghasilkan hampir 2.000 cartridge. Namun angka itu masih bersifat perkiraan dan akan diverifikasi dalam penyidikan lebih lanjut. "Dari hasil pengembangan, kami menemukan ribuan cartridge yang telah dipersiapkan untuk produksi massal," ujarnya.
Kasus ini menjadi perhatian karena etomidate sering disalahgunakan sebagai obat penenang atau campuran rokok elektrik. Modus penyelundupan yang semakin variatif menuntut pengawasan lebih ketat di bandara dan jalur logistik. Aparat gabungan masih mengembangkan kasus untuk mengungkap jaringan distribusi dan kemungkinan pelaku lain.
Ke depan, pertanyaan besar adalah seberapa luas jaringan ini telah beroperasi dan apakah ada modus serupa yang belum terdeteksi. Pengungkapan ini diharapkan menjadi pemicu evaluasi prosedur pengawasan kiriman barang, terutama dari luar negeri.



