Arsenal Incar Gelandang Jepang Kaishu Sano sebagai Alternatif Bruno Guimaraes
Baca dalam 60 detik
- Arsenal memprioritaskan Morgan Rogers dari Aston Villa dengan banderol ยฃ130 juta, namun juga menjajaki opsi lain di lini tengah.
- Klub asal London Utara itu dikabarkan telah membuka komunikasi dengan perwakilan Kaishu Sano, gelandang Mainz asal Jepang yang dibanderol โฌ60 juta.
- Sano dinilai memiliki profil serupa dengan Bruno Guimaraes, tetapi lebih muda dan lebih progresif dalam membawa bola, menjadi alternatif yang lebih ekonomis.

Arsenal tidak hanya membidik satu nama di bursa transfer musim panas ini. Di tengah upaya mereka mendatangkan Morgan Rogers dari Aston Villa, The Gunners juga mulai menjajaki kemungkinan merekrut gelandang timnas Jepang, Kaishu Sano, sebagai opsi kedua di lini tengah.
Menurut laporan TEAMtalk, Arsenal termasuk salah satu klub yang telah melakukan kontak dengan perwakilan Sano. Gelandang berusia 25 tahun yang membela Mainz itu saat ini juga diminati Liverpool, yang disebut-sebut berada dalam tahap negosiasi paling maju. Mainz sendiri enggan melepas pemain kunci mereka, tetapi terbuka untuk negosiasi jika ada tawaran mendekati โฌ60 juta atau sekitar ยฃ51 juta.
Langkah Arsenal mencari alternatif di lini tengah tak lepas dari situasi transfer Bruno Guimaraes. Gelandang Newcastle United itu tetap menjadi target utama, namun The Magpies membanderol kapten mereka dengan harga ยฃ100 juta. Dengan kontrak Guimaraes yang tersisa dua tahun, angka tersebut dinilai terlalu tinggi, terutama mengingat usianya yang akan menginjak 30 tahun pada 2027. Arsenal pun mulai melirik opsi yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas.
Kaishu Sano memang belum setenar Guimaraes, tetapi performanya bersama Mainz di Bundesliga dan penampilannya di Piala Dunia 2026 membuatnya mulai diperhitungkan. Gelandang serbabisa ini dikenal dengan gaya bermain tanpa lelah, kemampuan bertahan yang solid, serta keberanian membawa bola ke depan. Dalam lima pertandingan Piala Dunia, ia mencatatkan rata-rata 2,2 tekel per laga dan beberapa assist, menjadi motor permainan Jepang di lini tengah.
Perbandingan dengan Guimaraes pun menarik. Keduanya sama-sama gelandang box-to-box dengan energi tinggi. Namun, Sano unggul dalam hal progresi bola โ ia lebih sering membawa bola ke sepertiga akhir lapangan dibandingkan rekan setimnya. Di Arsenal, ia bisa berpadu dengan Declan Rice yang lebih defensif, menciptakan keseimbangan di lini tengah. Sementara Guimaraes lebih tajam dalam mencetak gol, Sano menawarkan daya juang dan kemampuan bertahan yang tak kalah.
Bagi Arsenal, merekrut Sano bisa menjadi langkah cerdas. Selain lebih murah, ia juga lebih muda dan masih memiliki potensi berkembang. Jika Arteta berhasil memolesnya, bukan tidak mungkin Sano akan menjadi batu loncatan bagi Arsenal untuk bersaing di Liga Premier dan Eropa. Namun, persaingan dengan Liverpool tentu tidak mudah. Keputusan akhir ada di tangan pemain dan klub, namun sinyal dari Arsenal menunjukkan bahwa mereka serius memperkuat skuad musim depan.
Pertanyaan besarnya: apakah Arsenal akan tetap mengincar Guimaraes atau beralih penuh ke Sano? Atau justru keduanya bisa direkrut jika dana mencukupi? Musim panas ini akan menjadi ujian bagi strategi transfer Andrea Berta dan ambisi Arsenal untuk kembali ke puncak.



