Kisruh Transfer Oulai: Gelandang Pantai Gading Siap Terbang ke Fiorentina Setelah ‘Penculikan’ Fiktif
Baca dalam 60 detik
- Christ Inai Oulai akhirnya menandatangani kontrak dengan Fiorentina setelah sempat dilaporkan hilang di Turki.
- Kesepakatan senilai €30 juta termasuk bonus, dengan klausul penjualan kembali 20% untuk Trabzonspor.
- Pemain berusia 20 tahun itu sudah mengantongi 13 caps senior dan tampil di Piala Dunia 2026.

Gelandang muda Pantai Gading, Christ Inai Oulai, dipastikan akan terbang ke Florence pada Jumat malam (17/7) untuk menyelesaikan transfer senilai €30 juta ke Fiorentina, setelah sempat menghilang secara misterius dari markas Trabzonspor di Turki. Kejadian yang nyaris mirip skenario film thriller itu akhirnya terungkap sebagai langkah hati-hati sang pemain dalam memeriksa kontrak secara independen.
Oulai, yang baru genap 20 tahun pada April lalu, seharusnya sudah tiba di Italia sejak Kamis. Sebuah penerbangan dari Istanbul ke Florence bahkan telah disiapkan, namun batal setelah muncul kerumitan administratif. Yang lebih mengejutkan, media Turki melaporkan bahwa seseorang yang mengaku sebagai perwakilan Trabzonspor menjemput Oulai di bandara saat ia tiba dari Pantai Gading. Spekulasi penculikan pun merebak, namun Sky Sport Italia membantahnya. Menurut sumber tersebut, Oulai justru ingin membawa dokumen kontrak ke pengacara pribadi di luar kedua klub untuk ditelaah lebih saksama.
Setelah kontrak diperiksa dan ditandatangani, Sportitalia dan SpaceViola mengonfirmasi bahwa Oulai siap berangkat malam ini. Nilai transfer mencapai €30 juta termasuk bonus, dengan Trabzonspor juga mendapatkan 20% dari biaya penjualan di masa depan. Klub Turki itu sebelumnya membeli Oulai dari Bastia tahun lalu seharga €5,5 juta plus 20% dari keuntungan, sehingga mereka tetap diuntungkan dari transaksi ini.
Bagi sepak bola Indonesia, saga transfer ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya due diligence dan perlindungan hukum bagi pemain. Di tengah maraknya agen nakal dan praktik tidak transparan, langkah Oulai yang memeriksa kontrak secara mandiri patut diapresiasi. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) dan klub-klub Liga 1 bisa menjadikan kasus ini sebagai referensi untuk memperkuat regulasi transfer dan perlindungan pemain, terutama yang masih muda dan rentan dimanfaatkan.
Oulai, yang memiliki 13 caps senior dan tampil di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, mencatatkan dua gol dan empat assist dalam 31 penampilan bersama Trabzonspor. Dengan bakat dan pengalaman internasionalnya, ia diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi Fiorentina. Pertanyaan besarnya: bisakah ia bersaing di Serie A yang keras, atau akankah ia menjadi pemain pinjaman yang berputar-putar?



